Prarencana Pabrik Isolat Protein Kedelai kapasitas 440 ton/tahun

Cahyadi, Agus Widianto and Ong, Wei Shiung (2004) Prarencana Pabrik Isolat Protein Kedelai kapasitas 440 ton/tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (168kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (56kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB)
[img] Text (BAB 8)
BAB 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (342kB)
[img]
Preview
Text (BAB 9)
BAB 9.pdf

Download (165kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Kebutuhan kedelai dalam negeri yang sangat besar membuat Indonesia harus mengimpor kedelai .Hal ini disebabkan banyak industri pengolahan kedelai yang membutuhkan kedelai sebagai bahan bakunya. Salah satunya adalah industri minyak kedelai. Hasil samping industri ini yaitu flake kedelai dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku isolat protein kedelai. Isolat protein kedelai merupakan produk yang mengandung kadar protein yang paling tinggi dibandingkan produk protein kedelai lainnya .Isolat protein kedelai banyak digunakan sebagai salah satu bahan baku industri pengolahan makanan dan minuman. Dengan belum adanya industri sejenis ini yang berdiri maka industri pengolahan makanan dan minuman yang menggunakan basis bahan baku protein kedelai dalam negeri akan menjadi pasar yang menguntungkan dan memungkinkan untuk melakukan ekspor ke luar negeri dalam beberapa tahun mendatang. Isolat protein kedelai dapat dibuat melalui metode ekstraksi dengan menggunakan basa alkali dan diikuti proses pengendapan dengan menggunakan asam. Ekstraksi dengan pelarut basa alkali memberikan jumlah protein terekstrak paling banyak dibanding pelarut asam maupun garam. Pabrik isolat protein kedelai memiliki dua macam intermediate produk yaitu ampas flake kedelai yang telah mengalami proses ekstraksi dan kemudian dikurangi kadar airya untuk dijual sebagai bahan tambahan makanan ternak sebagai sumber serat dan protein. Sedangkan larutan yang tidak terendapkan pada tangki pengendapan diolah sebagai air limbah di unit pengolahan limbah. Sistem pengolahan limbah menggunakan treatment secara biologi dimana eflluent yang keluar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah sehingga tidak membahayakan lingkungan. Perencanaan pabrik isolat protein kedelai adalah sebagai berikut: Bahan baku utama : flake kedelai Kapasitas bahan baku: 1000 ton /tahun Kapasitas produksi isolat protein kedelai : 438,357 ton/tahun Kadar protein dalam produk : 94,39 % Utilitas : Air: 52,827 m3/hari Listrik 140,56 kW -Bahan bakar: Batubara: 1609.,23 kg/hari Jumlah tenaga kerja : 83 orang Lokasi pabrik: Desa Watestani,Kecamatan Nguling ,Pasuruan Luas tanah: 6000 m2 Analisa ekonomi : Modal tetap (FCI) : Rp. 18.601.194.673,00 Modal kerja (WC) : Rp. 3.282.563.766,00 Biaya produksi total (TPC) :-Rp. 21.883.758.439,00 Penjualan per tahun : Rp.14.559.389.250,00 Laba bersih per tahun : Rp.4.301.923.071,OO Titik impas (BEP) =25.62 %

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 01 Feb 2016 01:14
Last Modified: 01 Feb 2016 01:14
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3355

Actions (login required)

View Item View Item