Studi kasus proses terbentuknya komitmen afektif pada pengurus Komisi Pemuda GKI Ngagel

Santoso, Sastra Budiharja (2008) Studi kasus proses terbentuknya komitmen afektif pada pengurus Komisi Pemuda GKI Ngagel. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (309kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (232kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (722kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (278kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Gereja sebagai suatu persekutuan orang percaya atau orang Kristen itu sendiri dapat dipandang sebagai sebuah organisasi sosial yang memiliki tujuan religius, yaitu untuk menyatakan misi Allah pada dunia. Sebagai sumber daya manusia, pengurus komisi seharusnya berkomitmen untuk menjaga kehidupannya agar tetap sesuai dengan nilai ajaran Kristen dan berusaha untuk dapat mempersiapkan kegiatan bidang pelayanannya dengan baik dan dapat tetap mempertahankan keanggotaannya sebagai pengurus untuk melancarkan regenerasi pengurus komisi. Pada kenyataannya, beberapa pengurus komisi tidak menjaga kehidupannya sesuai dengan nilai ke-Kristenan, tidak melakukan persiapan dalam kegiatan bidang pelayanannya dengan matang, dan beberapa mengundurkan diri sebelum masa jabatannya. Hal ini menunjukkan lemahnya komitmen afektif pada pengurus komisi. Penelitian ini hendak mengungkap proses terbentuknya komitmen afektif pengurus komisi GKI Ngagel dan faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen afektif tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif untuk memperoleh gambaran secara komprehensif dan mendalam sesuai dengan situasi nyata alamiah yang terjadi. Dengan menggunakan metode sampling kasus tipikal, data diperoleh dari wawancara semi terstandar dengan pengurus komisi GKI Ngagel dengan batasan usia dewasa awal dimana merupakan tahap perkembangan seorang individu mulai mengambil komitmen dan tanggungjawab. Dari oleh teori dan analisis data didapatkan bahwa kebutuhan individual mendorong seseorang untuk bergabung dalam kepengurusan dan terlibat pelayanan. Halangan internal dan eksternal dapat menghambat kinerja. Umpan balik dan keterlibatan dalam pelayanan dibandingkan dengan kebutuhan individual untuk dievaluasi oleh pengurus dan menghasilkan kepuasan melayani. Kepuasan melayani dapat meningkatkan komitmen afektif. Sementara itu, identifikasi nilai didapat dari komunikasi nilai ke-Kristenan dan sosialisasi nilai-nilai organisasi lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya komitmen adalah: I) kepuasan melayani, 2) komunikasi nilai ke-Kristenan dan niat untuk melakukannya, 3) sikap kerja dan temperamen, dan 4) umpan balik dari organisasi. Selain itu dapat disimpulkan bahwa pelayanan dalam rangka ibadah tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor personal seperti: kebutuhan, kompetensi, dan kepribadian individu. Konsep teori organisasai yang menyangkut sumber daya manusia perlu digunakan dalam meningkatkan kinerja dan komitmen pelayanan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Komitmen afektif, pengurus komisi gereja.
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 06 Oct 2015 07:43
Last Modified: 06 Oct 2015 07:43
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3386

Actions (login required)

View Item View Item