Organizational citizenship behavior pada organisasi paduan suara “X”

Widjanarko, Agrippina Phoebe Jane (2010) Organizational citizenship behavior pada organisasi paduan suara “X”. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (614kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (291kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (278kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (148kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (774kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

“X” merupakan organisasi paduan suara yang sifatnya non-profit dengan value utama pelayanan. Dari observasi, dalam “X” terlihat adanya berbagai organizational citizenship behavior (OCB). OCB adalah perilaku individu yang bebas dan sukarela di luar ketentuan kerja dan sistem reward yang formal. Selama ini OCB dianggap mengarah pada efektivitas organisasi. Namun, dari observasi dan wawancara terlihat adanya ketidakefektifan dalam “X”. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana anggota “X” memaknai OCB yang dilakukannya. Ini meliputi kondisi OCB, dinamika pembentukan OCB, hingga efek yang ditimbulkan dari adanya OCB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode action research. Pengumpulan data dilakukan dengan active interview. Partisipan penelitian ini adalah anggota yang aktif dalam organisasi. Data juga didapat dari observasi partisipan dengan pencatatan critical incidents, baik selama proses dalam organisasi maupun ketika menampilkan performance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB pada “X” dilakukan oleh berbagai anggota. Dinamika pembentukan OCB yang utama didasarkan pada value pelayanan yang sukarela. Segala proses organizational learning, kondisi satisfaction anggota dan pengalaman dalam organisasi juga menentukan pembentukan OCB. Dalam “X”, OCB memang membuat organisasi lebih sustainable dibandingkan dengan tidak adanya OCB. Namun tidak semua OCB membawa keefektifan dalam organisasi. Ini disebabkan OCB pada “X” tidak bersifat kolaboratif, dimana kondisi anggotanya tidak memiliki value, komitmen dan attitude yang sama. Agar OCB menjadi konstruktif bagi organisasi, maka OCB di antara anggota harus bersifat kolaboratif. Dengan demikian, disimpulkan bahwa agar organisasi sustainable tetap diperlukan OCB. Namun untuk memunculkan OCB ini harus melihat konteks situasi, kondisi, serta kebutuhan organisasi. Individu harus mempertimbangkan efek OCB sebelum melakukan OCB. Harapannya OCB yang dimunculkan benar-benar mengarah pada efektivitas dan sustainability organisasi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Organizational Citizenship Behavior (OCB), organisasi non- profit, sustainability
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 17 Nov 2015 03:24
Last Modified: 17 Nov 2015 03:24
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3542

Actions (login required)

View Item View Item