Penerimaan diri odapus terhadap penyakit lupus

Kosasih, Sianny (2011) Penerimaan diri odapus terhadap penyakit lupus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (113kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (65kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (512kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (248kB)

Abstract

Lupus sebagai penyakit kronik yang tidak dapat sembuh, sangat sulit dideteksi dan menimbulkan penderitaan bagi penderitanya yang dikenal dengan odapus. Mayoritas odapus adalah perempuan dalam fase produktif yang memiliki tugas perkembangan untuk bekerja dan membangun relasi intim. Tapi hal tersebut terganggu dengan adanya lupus. Gangguan disertai gejala lupus yang tidak menentu membuat odapus stress karena tidak dapat menerima lupus. Disini penulis menemukan subjek yang mengaku dapat menerima lupus dalam dirinya. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui bagaimana dinamika penerimaan diri yang dialami subjek sehingga dapat menerima lupus pada dirinya. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sample, yaitu: odapus yang dapat menerima penyakitnya. Pengambilan data dilakukan dengan metode kualitatif, pendekatan studi kasus dengan in-deep interview. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk dapat menerima diri, subjek mengalami dinamika psikologis dalam kognitif, afektif dan konasi subjek. Dimana peran kognitif dominan di saat ia melakukan pembentukan ulang terhadap konsep diri. Konsep diri yang baru sebagai odapus terbentuk dengan adanya keingingan untuk sembuh dan menikah yang membentuk ideal self serta penilaian terhadap lupus, dirinya sebagai odapus dan lelaki calon pacamya sebagai bentuk self di sini ideal self menjadi motivator yang mendorong self subjek Keselarasan antara ideal self dengan self membuat subjek mempunyai konsep diri baru positif yang dapat menerima keterbatasannya sebagai odapus. Penerimaan diri yang dialami subjek melalui tahap denial, anger, bargain dan langsung acceptance. Subjek tidak melewati tahap depresion karena adanya unconditional positif regard dari dukungan dokter, teman, YLI dan keluarga. Gabungan antara konsep diri yang positif pada kognitif dan banyaknya dukungan yang ia terima membuat subjek dapat bertahan ketika ia mengalami afeksi internal dan eksternal yang negatif. Sekarang ia sudah bisa menerima diri apa adanya, bersikap positif dalam konasi dan terus mencari cara agar dapat sembuh dan menjadi manusia yang lebih baik

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Perempuan, lupus, odapus, konsep diri, dinamika penerimaan diri, tahap dan faktor penerimaan diri
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 17 Nov 2015 04:05
Last Modified: 05 Jan 2016 08:20
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3548

Actions (login required)

View Item View Item