Kematangan emosi ditinjau dari status bekerja mahasiswa Prisma Professional Surabaya

Muliawaty, Yenny (2011) Kematangan emosi ditinjau dari status bekerja mahasiswa Prisma Professional Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (833kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (622kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (407kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (817kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan tekanan,” namun pada akhir masa remaja biasanya ditandai dengan pencapaian kematangan dalam hal emosi. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses individu menuju kematangan yaitu faktor pengalaman. Pengalaman- pengalaman yang diperoleh individu merupakan hasil proses pembelajaran individu pada saat berusaha memecahkan permasalahan yang sedang dihadapinya ketika berada di lingkungan keluarga maupun masyarakat dan pengalaman tersebut akan mempengaruhi kematangan emosinya. Berdasarkan hasil observasi peneliti, siswa yang belum pernah bekerja/magang kurang memiliki tanggungjawab terhadap tugas-tugasnya. Menurut Hurlock, individu pada akhir masa remaja memiliki tugas perkembangan yaitu mempersiapkan karier ekonomi. Untuk dapat mempersiapkan karier ekonomi, kematangan emosi sangatlah penting. Pada saat bekerja, individu pasti dituntut untuk bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Apabila individu tidak matang emosinya, maka individu tersebut tidak akan menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tugas tersebut akan terbengkalai. Praktek kerja lapangan (magang) merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan karier ekonomi dimana siswa dapat melatih ketrampilan dalam diri mereka agar lebih matang serta mengaplikasikan teori yang mereka terima. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti perbedaan kematangan emosi ditinjau dari status kerja. Subjek yang digunakan dalam peneliti ini sebanyak 186 siswa Prisma Professional Surabaya, dengan menggunakan Purposive Sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa skala likert yaitu Skala Kematangan Emosi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah Independent T-Test. Hasil dari pengolahan data diperoleh nilai t hitung = 0,079 dan nilai t tabel (2-tailed) = 0,937. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kematangan emosi ditinjau dari status bekerja. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor- faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap kematangan emosi siswa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psychology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Kematangan emosi, status bekerja, remaja
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 17 Nov 2015 04:25
Last Modified: 05 Jan 2016 08:48
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3553

Actions (login required)

View Item View Item