Pengaruh penambahan rumput laut (Eucheuma spinosum) terhadap kandungan iodium dan beberapa karakteristik kerupuk samiler dan lemet

Kwetanto, Indah Susilowati (1994) Pengaruh penambahan rumput laut (Eucheuma spinosum) terhadap kandungan iodium dan beberapa karakteristik kerupuk samiler dan lemet. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (285kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (94kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (146kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (483kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (343kB) | Preview

Abstract

Penyakit defisiensi iodium termasuk salah satu dari empat jenis penyakit gizi di Indonesia, selain penyakit kekurangan kalori dan protein, defisiensi vitamin A dan anemia( Sediaoetama, 1989). Kekurangan iodium dapat mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok yang biasa dikenal sebagai penyakit gondok. Selain itu pada penduduk yang kekurangan iodium banyak dijumpai masalah tingginya angka bayi lahir mati, gangguan psikomotor pada keturunan yang meliputi kelemahan daya belajar, ketulian dan kretinisme. Penanggulangan gangguan akibat kurang iodium (GAKI) telah dilakukan, yaitu dengan penyuntikan minyak beriodium dan pemberian garam beriodium, tetapi berbagai hambatan telah menyebabkan kedua program tersebut tidak mencapai hasil sepenuhnya. Rumput laut merupakan bahan makanan yang kaya akan iodium. Pemanfaatan rumput laut untuk usaha pencegahan, mengatasi atau mengurangi penyakit gondok belum pernah dilakukan. oleh karena itu dilakukan penelitian tentang usaha pencampuran rumput laut pada bahan pangan yaitu pada kerupuk samiler dan lemet. Kerupuk samiler dan lemet merupakan makanan khas di beberapa daerah di Indonesia, terbuat dari singkong dan mempunyai rasa yang enak, gurih serta harganya relatif murah. Disamping itu, cara pembuatannya juga relatif mudah sehingga dimungkinkan penyebarannya terutama di daerah-daerah penghasil singkong yang umumnya berlahan kering dan rawan gizi. Oleh karena itu kerupuk samiler dan lemet merupakan alternatif produk yang dipilih dalam usaha mempopulerkan pemanfaatan rumput laut pada makanan sehari-hari. Penambahan rumput laut pada beberapa jenis bahan pangan diharapkan dapat memperkaya kandungan iodium pada bahan pangan yang dihasilkan. Dengan demikian bahan pangan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan akan konsumsi iodium pada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di daerah yang menderita gondok endemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan rumput laut (Eucheuma spinosum) terhadap kandungan iodium dan beberapa karakteristik kerupuk samiler dan lemet. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri satu faktor yaitu konsentrasi rumput laut (0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%), dengan tiga kali ulangan. Analisa yang dilakukan meliputi penentuan kadar air, kadar abu, kadar iodium, kadar cemaran logam dan uji organoleptik terhadap rasa. Hasil pengamatan dan analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput Laut (Eucheuma spinosum) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar abu, kadar iodium dan nilai kesukaan, kecuali pada kadar air menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Hasil pengukuran terhadap kerupuk samiler mentah, kerupuk samiler goreng dan lemet berturut-turut adalah sebagai berikut : kadar air berkisar antara 8,34 - 8,85 persen berat basah, 4,75 - 5,41 persen berat basah dan 48,67 - 50,21 persen berat basah, kadar abu berkisar antara 4 ,67 - 6,36 persen berat kering, 3,29 - 4,37 persen berat kering, 3,03 - 5,66 persen berat kering, kadar iodium berkisar antara 33,66 - 154,82 µg/100 g berat kering, 11,24 - 130,24 µg/l00 g berat kering, 106,97 - 279,74 µg/100 g berat kering. Nilai kesukaan terhadap kerupuk samiler berkisar dari agak tidak menyukai sampai amat sangat menyukai sedangkan pada lemet berkisar antara tidak menyukai sampai amat sangat menyukai.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 17 Nov 2015 07:55
Last Modified: 17 Nov 2015 07:55
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3586

Actions (login required)

View Item View Item