Pengaruh penambahan gelatin dan suhu pemanasan terhadap proses penjernihan sari buah asam jawa

Setiono, Kristiani (1994) Pengaruh penambahan gelatin dan suhu pemanasan terhadap proses penjernihan sari buah asam jawa. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (87kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (322kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (665kB) | Preview

Abstract

Asam jawa merupakan bahan baku yang baik untuk dikembangkan sebagai suatu produk olahan karena tersedia dalam jumlah yang cukup banyak dan rasanya yang khas tidak mudah berubah selama penanganan, pengolahan dan pengangkutan. Asam jawa dapat diolah menjadi produk olahan, salah satu diantaranya adalah sari buah. Sari buah merupakan cairan yang diperoleh dari pemerasan buah disaring atau tidak, yang tidak mengalami proses fermentasi dan dimaksudkan untuk minuman segar yang langsung dapat diminum. Masalah yang dihadapi dalam pembuatan sari buah asam adalah timbulnya endapan pada sari buah yang dihasilkan, sehingga mengurangi tingkat kesukaan konsumen. Usaha yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah dengan melakukan proses penjernihan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi gelatin dan suhu pemanasan terhadp proses penjernihan sari buah asam Jawa. Gelatin yang digunakan adalah 0,08%, 0,13% dan 0,18% sedangkan suhu pemanasan 40ºC, 60ºC dan 80ºC selama 3 menit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Acak kelompok (RAK) secara Faktorial dengan 2 faktor dan masing-masing 3 kali ulangan. Faktor I : penambahan gelatin (0,08%, 0,13%, 0,18%) dan faktor II : suhu pemanasan (40ºC, 60ºC, 80ºC). Pengamatan yang dilakukan sehubungan dengan tujuan penelitian ini yaitu pH, kejernihan, kekentalan, total padatan terlarut, uji organoleptik dan total asam. Dari hasil statistik penambahan gelatin berpengaruh sangat nyata pada total padatan terlarut sari buah hari ke 0, hari ke 15 dan berpengaruh nyata pada total padatan terlarut sari buah hari ke 30. Penambahan gelatin berpengaruh sangat nyata pada kejernihan sari buah hari ke 0, hari ke 15 dan hari ke 30. Kemudian dari hasil statistik suhu pemanasan berpengaruh snagat nyata pada pH sari buah hari ke 0; total padatan terlarut sari buah hari ke 0, hari ke 15 dan hari ke 30; kejernihan sari buah hari ke 0, hari ke 15 dan hari ke 30; sedangkan suhu pemanasan berpengaruh nyata pada total asam hari ke 0. Hasil statistik menujukkan bahwa kombinasi perlakuan penambahan gelatin dan suhu pemanasan berpengaruh sangat nyata pada total padatan terlarut sari buah hari ke 15; kejernihan sari buah hari ke 0, hari ke 15 dan hari 30. Perlakuan yang terbaik yaitu penambahan gelatin 0,13% dan suhu pemanasan 60º C. dari perlakuan tersebut diperoleh pH 2,75; total padatan terlarut 31,27 5Brix; kekentalan 20,30 Cps; kejernihan 347,7 FTU; total asam 2,385% dan uji organoleptik menunjukkan bahwa konsumen menyukai rasa,warna, bau dan kejernihan sari buah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 18 Nov 2015 01:44
Last Modified: 18 Nov 2015 01:44
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3598

Actions (login required)

View Item View Item