Uji efek antipiretik fraksi etil asetat ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata ness) pada tikus putih

Haerudin, Riska (2011) Uji efek antipiretik fraksi etil asetat ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata ness) pada tikus putih. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (20kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (466kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (79kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efek antipiretik fraksi etil asetat ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata Ness) pada tikus putih. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antipiretik fraksi tersebut dengan menggunakan pepton sebagai induktor sehingga terjadi demam pada tikus putih dan untuk pengukuran demamnya menggunakan termometer rektum digital. Dalam penelitian ini dibuat fraksi etil asetat ekstrak etanol dengan pemberian dosis berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Chao dan Lin (2011). Pada penelitian ini digunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar sebanyak 25 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok (kelompok kontrol negatif, kelompok F1, kelompok F2, kelompok F3, dan kelompok pembanding). Setiap hewan didemamkan terlebih dahulu dengan penyuntikan pepton 5% (b/v) secara subkutan. Kelompok kontrol negatif diberikan PGA 3% tanpa bahan aktif secara oral, tiga kelompok diberi fraksi etil asetat ekstrak etanol herba sambiloto dengan dosis 1,56; 3,12; dan 6,24 mg/kg BB secara oral, dan kelompok terakhir sebagai pembanding diberi parasetamol dengan dosis 45 mg/kgBB. Setiap hewan coba diukur suhu rektalnya setiap 30 menit selama 4 jam yang kemudian data tersebut diolah untuk dihitung persen penurunan suhu tubuh. Perhitungan statistik dilakukan dengan uji anava. Hasil yang didapat, disimpulkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata Ness) dosis 1,56; 3,12; dan 6,24 mg/kg BB memiliki efek antipiretik, dosis 1,56 mg/kg BB memiliki efek antipiretik sebesar 1,57%, dosis 3,12 mg/kg BB memiliki efek antipiretik sebesar 2,41%, serta efek yang paling besar ditunjukan pada dosis 6,24 mg/kg BB yang hampir setara dengan efek antipiretik parasetamol yang memberikan rerata persen penurunan suhu tubuh sebesar 2,57%. Tidak ada hubungan yang linear antara peningkatan dosis dengan peningkatan efek antipiretiknya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: herba sambiloto, Andrographis paniculata Ness, demam, fraksi etil asetat ekstrak etanol, tikus putih, antipiretik
Subjects: Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Josefine Hira Eksi
Date Deposited: 03 Dec 2014 02:06
Last Modified: 03 Dec 2014 02:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/366

Actions (login required)

View Item View Item