Pembuatan gula semut dari nira tebu : kajian pengaruh konsentrasi Ca(OH)2 dan Na metabisulfit

Citro, Lina Andrelia (1996) Pembuatan gula semut dari nira tebu : kajian pengaruh konsentrasi Ca(OH)2 dan Na metabisulfit. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (36kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (114kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (390kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (665kB) | Preview

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum Linn) merupakan tanaman yang dapat menghasilkan produk gula pasir yang banyak dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Pengolahan tebu menjadi gula pasir memerlukan tahapan proses yang panjang dan biaya yang mahal. Disamping itu tanaman tebu sebelum diolah/diproses masih harus menunggu giliran sehingga rendemen menjadi turun dan akibatnya merugikan petani tebu. Oleh karena itu perlu dicari cara pengolahan tebu yang mudah diterapkan oleh petani sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan petani tebu. Pengolahan tebu menjadi gula semut sangat sederhana yaitu tebu diperas niranya lalu diuapkan dan didinginkan kemudian diaduk sehingga terbentuk serbuk. Proses pembuatan gula semut sangat sederhana, tetapi jika tidak dikendalikan, maka akan diperoleh warna yang coklat kehitaman dan tekstur lunak. Hal ini karena terjadi reaksi pencoklatan dan pH asam yang akan mengakibatkan inverse gula. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga diperoleh gula semut yang baik maka perlu dilakukan penambahan Ca(OH)2 dan Na metabisulfit (Tranggono, 1990). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan 2 (dua) faktor dan 3 (tiga) ulangan. Analisa yang dilakukan meliputi analisa kadar air, kadar abu, kadar kalsium, kadar gula reduksi, kadar sukrosa, kadar sulfit dan uji organoleptik (warna dan rasa). Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi penambahan Ca(OH)2 dan Natrium metabisulfit berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar kalsium, kadar gula reduksi, kadar sukrosa, dan uji organoleptik (warna). Gula semut dengan konsentrasi penambahan Ca(OH)2 0,75% dan natrium metabisulfit 0,03% memberikan hasil yang paling baik dengan kadar air 2,74%, kadar abu 0,529%, kadar kalsium 0,167%, kadar gula reduksi 5,80% dan kadar sukrosa 83,38%, nilai warna 6,58% dan nilai rasa 5,91% dan kadar sulfit tidak nyata.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 18 Nov 2015 06:43
Last Modified: 18 Nov 2015 06:43
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3675

Actions (login required)

View Item View Item