Penghambatan ekstrak bubuk teh hijau terhadap pertumbuhan bakteri yogurt dan bakteri patogen

Mirah, . (2011) Penghambatan ekstrak bubuk teh hijau terhadap pertumbuhan bakteri yogurt dan bakteri patogen. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (40kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (296kB) | Preview

Abstract

Teh hijau memiliki komponen aktif polifenol yaitu katekin dan turunannya yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Efek antibakteri patogen pada teh hijau telah terbukti dari penelitian Tiwari et al. (2004), Cho et al. (2007) dan Yam et al. (1997) namun dengan hasil yang bervariasi. Namun konsentrasi teh hijau untuk menghambat bakteri patogen (Escherichia coli (EC), Staphylococcus aureus (SA) dan Bacillus subtilis (BS)) diharapkan tidak menghambat kerja bakteri asam laktat (BAL) yaitu Lactobacillus bulgaricus (LB) dan Streptococcus thermophilus (ST) bila ekstrak teh hijau tersebut ditambahkan dalam proses pembuatan yogurt. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) non-faktorial dengan perlakuan 5 (lima) taraf konsentrasi ekstrak bubuk teh hijau. Parameter pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengukuran diameter zona hambat. Apabila hasil ANOVA (Analysis of Varians) menunjukkan ada pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji pembedaan antar perlakuan dengan metode DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Peningkatan kepekatan konsentrasi ekstrak bubuk teh hijau berpengaruh terhadap besar zona hambat bakteri Gram-positif yaitu SA dan BS. Semakin tinggi kepekatan ekstrak bubuk teh hijau, makin besar pula zona hambat yang terbentuk. Namun ekstrak dengan pelarut air ini tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Gram-negatif seperti EC. Konsentrasi ekstrak bubuk teh hijau yang menghambat SA dan BS tersebut dicobakan pada ST dan LB. Selain terdapat zat antibakteri yang merupakan golongan flavonoid, diduga terdapat zat stimulan atau prebiotik dalam teh hijau yang menyebabkan pertumbuhan BAL tidak terhambat namun justru meningkat, khususnya pada ST

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Ekstrak bubuk teh hijau, antibakteri, polifenol, bakteri patogen, bakteri yogurt.
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Christina Handini N
Date Deposited: 10 Dec 2014 02:38
Last Modified: 20 Jun 2017 04:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/427

Actions (login required)

View Item View Item