Pemanfaatan kulit buah matoa sebagai kertas serat campuran melalui proses pretreatment dengan bantuan gelombang mikro dan ultrasonik

Kurniawan, Hendry and Garchia, Calvin Hardi (2015) Pemanfaatan kulit buah matoa sebagai kertas serat campuran melalui proses pretreatment dengan bantuan gelombang mikro dan ultrasonik. Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium). Widya Mandala Catholic University Surabaya, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (139kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (387kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (185kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (655kB)

Abstract

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata yang digunakan sebagai media untuk menulis dan melukis. Kertas dibuat dari bahan yang mengandung selulosa. Hingga saat ini, bahan baku utama kertas adalah kayu yang berasal dari hutan. Oleh sebab itu, penebangan hutan menjadi semakin meningkat diiringi kebutuhan manusia akan kertas yang juga meningkat. Hal ini menyebabkan emisi gas CO2 yang meningkat pula karena tidak ada hutan yang mampu menyerapnya sehingga menimbulkan masalah pemanasan global. Pembuatan kertas dari kulit buah matoa adalah salah satu langkah alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Kulit buah matoa memiliki potensi untuk menggantikan kayu sebagai bahan baku pembuatan kertas. Kulit matoa mengandung selulosa sehingga dapat diolah untuk menjadi kertas. Pemanfaatan kulit buah matoa ini dapat turut menjaga ekosistem hutan agar tidak rusak. Proses pembuatan kertas dari kulit buah matoa melalui beberapa tahapan yaitu, pemasakan, pencucian, pencampuran antara pulp kulit matoa dengan pulp kertas koran, dan pencetakan kertas. Sejauh ini, belum ada penelitian yang mengaplikasikan gelombang mikro dan ultrasonik dalam proses pembuatan kertas. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh metode pretreatment (dengan bantuan gelombang mikro dan ultrasonik), rasio massa kulit matoa dengan volume asam asetat (1:10, 1:15), serta waktu paparan gelombang terhadap perolehan α-selulosa dari kulit matoa (2,5, 5, 7,5, 10 menit). Penelitian ini juga mempelajari pengaruh metode pretreatment (dengan bantuan gelombang mikro dan ultrasonik) serta rasio pulp kulit matoa dan pulp koran bekas terhadap bursting strength, tear strength, grammage, stiffness, dan thickness kertas serat campuran yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kertas serat campuran yang dihasilkan sudah memenuhi standar kertas karton dupleks sesuai SNI 0123:2008. Kertas serat campuran terbaik diperoleh dari pulp kulit buah matoa hasil pretreatment dengan gelombang mikro pada rasio pulp kulit buah matoa dan pulp kertas koran 1:1 dengan bursting strength sebesar 1,55 kPa/cm2, tear strength sebesar 706,5 mN, grammage sebesar 390,95 g/m2, stiffness sebesar 85 g/cm, dan thickness sebesar 1679,5 mikron.

Item Type: Monograph (Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium))
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 2624 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2016 07:25
Last Modified: 25 Jan 2016 01:29
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/4357

Actions (login required)

View Item View Item