Biosintesa senyawa fenolik antioksidan dengan bantuan Rhizopus oryzae menggunakan substrat limbah kulit pisang kepok

Siswaja, Andre and Gunarto, Adhitia (2016) Biosintesa senyawa fenolik antioksidan dengan bantuan Rhizopus oryzae menggunakan substrat limbah kulit pisang kepok. Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium). Faculty of Engineering. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (105kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (373kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf

Download (88kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (966kB)

Abstract

Dalam proses metabolisme yang normal, tubuh menghasilkan partikel kecil berenergi tinggi yang dikenal sebagai radikal bebas. Atom atau molekul dengan elektron bebas ini dapat digunakan untuk menghasilkan tenaga dan beberapa fungsi fisiologis, seperti kemampuan untuk membunuh virus dan bakteri. Namun oleh karena mempunyai tenaga yang sangat tinggi, zat ini juga dapat merusak jaringan normal apabila jumlahnya terlalu banyak. Radikal bebas juga ditemukan pada lingkungan sekitar, ada berbagai sumber dari peningkatan radikal bebas, termasuk logam tertentu (seperti besi), asap rokok, polusi udara, obat-obat tertentu, racun, highly processed foods dan bahan tambahan makanan, sinar ultraviolet, dan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk senyawa penangkal radikal bebas, yakni fenolik antioksidan. Fenolik antioksidan adalah senyawa yang menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas tersebut dapat diredam. Dalam penelitian ini, senyawa fenolik akan dibentuk melalui proses biosintesa menggunakan substrat limbah kulit pisang kepok dengan bantuan mikroorganisme jenis kapang, Rhizopus oryzae. Kulit pisang kepok dipilih karena selama ini kulit pisang kepok hanya menjadi bahan buangan saja dan belum dimanfaatkan lebih lanjut, padahal kulit pisang kepok mengandung beberapa nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme pada proses fermentasi. Selain itu limbah kulit pisang kepok juga mudah untuk didapatkan. Kulit pisang kepok dicuci, dipotong, dan diblender dengan air. Sementara itu biakan Rhizopus oryzae berumur 72 jam sudah disiapkan. Setelah itu dilakukan proses starter dan fermentasi, kemudian substrat dan biomassa yang terbentuk dipisahkan. Ekstraksi senyawa fenolik pada biomassa dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol. Kemudian dilakukan analisa kandungan glukosa, kandungan nitrogen, serta TPC (Total Phenolic Content) dan TAC (Total Antioxidant Capacity) pada substrat, serta analisa TPC dan TAC pada ekstrak biomassa. Akan dipelajari korelasi antara pengaruh produksi senyawa fenolik pada ekstrak kulit pisang kepok, pertumbuhan Rhizopus oryzae, serta konsentrasi glukosa dan nitrogen pada media fermentasi yang semuanya berhubungan dengan lamanya waktu fermentasi.

Item Type: Monograph (Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Engineering" not defined]
Uncontrolled Keywords: kulit pisang, fermentasi, antioksidan
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 2632 not found.
Date Deposited: 25 Jan 2016 02:04
Last Modified: 28 Jan 2016 05:02
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/4358

Actions (login required)

View Item View Item