Pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol sambiloto dan temulawak terhadap viabilitas spermatozoa dan histopatologi testis tikus putih jantan

Abriyanti, Septin Putri (2015) Pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol sambiloto dan temulawak terhadap viabilitas spermatozoa dan histopatologi testis tikus putih jantan. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (447kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (145kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (951kB)

Abstract

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dan temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dapat berfungsi sebagai antifertilitas. Adanya kandungan andrografolid dalam sambiloto dan kurkumin dalam temulawak memicu efek antifertilitas, dimana andrografolid bekerja sebagai sitotoksik dan antimitosis, sedangkan kurkumin yang berfungsi menurunkan produksi LH. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol sambiloto dan temulawak terhadap viabilitas spermatozoa dan histologi testis tikus putih jantan galur Wistar. Setiap kelompok terdiri dari 6 tikus dewasa dan memperoleh makan 30 g perhari dan minum secukupnya. Tiap kelompok memperoleh perlakuan sebagai berikut: kelompok I memperoleh kombinasi PGA : CMC Na (1,25 : 1), kelompok II memperoleh kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto 60 mg/KgBB dan rimpang temulawak 140 mg/KgBB dan kelompok III memperoleh suspensi Magestrol asetat 72 mg/KgBB secara peroral selama 28 hari. Setelah perlakuan berakhir, hewan uji di eutanasia, dibedah, dan diuji viabilitas spermatozoa serta testis dikoleksi dan diawetkan dalam formalin 10%. Analisis data menggunakan program SPSS versi 17 dengan uji statistik One Way Anova dan LSD. Analisis dilakukan pada data viabilitas dan histologi testis, kemudian hasilnya dibandingkan antara kelompok perlakuan, kelompok kontrol negatif dan positif. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna pada kerusakan tubulus seminiferus, jumlah spermatosit primer, dan viabilitas sperma antara kelompok perlakuan yang memperoleh kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto rimpang temulawak dengan kelompok kontrol negatif (p>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto 60 mg/KgBB rimpang temulawak 140 mg/KgBB yang diberikan peroral selama 28 hari pada tikus putih jantan galur Wistar tidak menimbulkan hambatan fertilitas pada hewan coba sehingga pemanfaatan sebagai alat kontrasepsi oral perlu kajian lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sambiloto, temulawak, tubulus seminiferus, spermatosit primer, viabilitas sperma
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 2677 not found.
Date Deposited: 19 Jan 2016 03:00
Last Modified: 19 Jan 2016 03:00
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/4491

Actions (login required)

View Item View Item