Sistem pemantauan ruangan dengan menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR)

Hermanto, Budi (2005) Sistem pemantauan ruangan dengan menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (128kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (727kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (272kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (217kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (81kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penggunaan sistem otomatis sangat popular karena dapat mengatur suatu keadaan berdasarkan masukan yang telah ditentukan tanpa interferensi dari tindakan manusia. Sistem yang akan dibuat adalah sistem untuk memantau suatu ruangan terhadap populasi (manusia) yang ada dan melakukan tindakan terhadap masukan tersebut, yaitu menyalakan/mematikan beban (lampu dan air conditioner/AC) secara otomatis. Sebagai contoh penggunaan dari sistem ini adalah untuk pengaturan beban pada kantor. Pemantauan terhadap ruangan ini dilakukan dengan menggunakan sensor Passive Infra Red (PIR), dimana inputannya berupa gerakan. PIR dihubungkan dengan sebuah mikrokontroler AT89C51 , yang akan dipergunakan untuk mengontrol aplikasi lainnya, antara lain memberikan intruksi pada relay untuk menghidupkan/ mematikan beban, mendeteksi arus yang lewat (antara relay dengan beban), serta memberikan respon terhadap hasil feedback deteksi arus berupa nyala pada LED sebagai tanda bahwa beban dalam kondisi on atau off. Selain itu, mikrokontroler juga berfungsi untuk mengendalikan AC secara benar. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan timer 10 menit untuk mematikan secara otomatis, saat PIR tidak mendeteksi adanya gerakan. Jika dalam waktu tersebut masih terdapat gerakan, maka AC akan tetap menyala. Namun jika tidak ada gerakan selama waktu tersebut, maka AC akan mati dan untuk menyalakannya memerlukan waktu ±10 menit. Karena,jika AC dinyalakan secara langsung, maka hal ini akan mempercepat kerusakan dari AC tersebut. Alat ini didesain untuk mengontrol beban berupa lampu 36 watt sebanyak 12 buah dan 2 buah AC sebesar 1Pk. Untuk beban lampu dibagi menjadi 3 bagian, dimana setiap bagian terdiri dari 4 buah lampu yang terhubung dengan rangkaian deteksi arus

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 03 Nov 2016 07:03
Last Modified: 03 Nov 2016 07:03
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/4546

Actions (login required)

View Item View Item