Tutor morse

Christanto, Antonius Budi (2001) Tutor morse. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (73kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (203kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (636kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (32kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB)

Abstract

Kode Morse merupakan standar dalam dunia komunikasi. Pada komunikasi tanpa kawat (wireless) amatir radio harus mampu mendengar dan memahami nada-nada kode Morse yang dinyatakan dengan nada pendek (diistilahkan dot) dan nada panjang (diistilahkan dash) sebagai pengganti huruf A sampai Z dan angka 1 sampai 0. Tutor Morse dibuat untuk membantu pembelajaran nada-nada tersebut dengan menekan tombol forward untuk mendapatkan nada-nada tersebut secara urut dan tombol reverse untuk mengulang nada terakhir yang di dengar. Nada- nada tersebut akan terdengar melalui loudspeaker. Huruf-huruf A sampai Z dan angka 1 sampai 0 yang diinginkan untuk terdengar nadanya pada saat tombol forward ditekan, diurutkan dalam program yang ditulis dalam bahasa Assembly. program dan data yang teiah diubah menjadi kode biner disirnpan dalarn memori. Peletakan data dalam mernori dimulai dari kode huruf A disusun berurutan sampai dengan Z kemudian diikuti oleh angka. Kode dinyatakan dengan dot kemudian disusul dengan dash. Antara dot dan dash diberi jarak beberapa alamat kosong untuk memberi jarak peletakan alamat yang berikutnya. Setelah kode pertama (huruf A) dilanjutkan dengan B dan seterusnya sampai semua kode diletakhan satu-persatu periode pulsa untuk satu dot adalah 65 mdetik dan untuk satu dash adalah 225 mdetik sedangkan untuk jarak antar satu dot dan dash adalah 2 detik. Pengaturan jalannya data yang akan dibaca satu persatu adalah setiap kode ditahan pembacaannya satu huruf, supaya tiap pembacaan hanya membaca satu huruf. Penahanan ini dilakukan pada rangkaian data Latch. A dibaca dulu, berhenti, lalu B, dan seterusnya. Memori untuk semua data dan program disimpan di Eprom. Oleh mikrokontroler sinyal output (tegangan ) dikirimkan ke rangkaian penguat tegangan. Selanjutnya ke loudspeaker dan diubah menjadi sinyal suara. Hasil pengujian berupa hasil pengukuran pada layar osiloskop yang menunjukkan rangkaian penguat tegangan bekerja dengan baik. penampilan sinyal di osiloskop untuk huruf A, H, dan N sebagai sample menunjukkan nada-nada yang dihasilkan oleh Tutor Morse telah sesuai dengan standar kode Morse. Secara keseluruhan rangkaian bekerja seperti yang diharapkan, baik pada saat tornbol forward maupun tornbol reverse ditekan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 11 Mar 2016 04:24
Last Modified: 11 Mar 2016 04:24
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5017

Actions (login required)

View Item View Item