Ekstraksi minyak dari biji alpukat dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE)

Puteri, Selvitien Eka and Setyawan, Bernadette Malita (2015) Ekstraksi minyak dari biji alpukat dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium). Faculty of Engineering. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (212kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (708kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)

Abstract

Pertumbuhan populasi di dunia semakin meningkat dari waktu ke waktu, hal ini melatar-belakangi meningkatnya jumlah industri di dunia termasuk Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (2014), Indonesia sebagai negara agraris merupakan penghasil tanaman alpukat (Persea Americana) yang cukup banyak, yaitu 276.318 ton setiap tahun dan hasil itu terus meningkat setiap tahunnya. Selama ini biji alpukat seringkali dibuang menjadi limbah, padahal biji alpukat memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi, yaitu sekitar 3-30% sehingga dapat dimanfaatkan kembali menjadi minyak nabati. Minyak nabati dari biji alpukat banyak memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan dalam dunia industri, yaitu dalam pembuatan produk kecantikan dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh waktu ekstrasi dan rasio massa biji alpukat dengan volume pelarut yang digunakan untuk mendapatkan yield minyak tertinggi dan untuk mengetahui karakteristik dari hasil yield minyak tertinggi pada tiap rasio tersebut. Metode ekstraksi yang digunakan adalah Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan bantuan pelarut etanol. Metode ini dipilih karena memiliki berbagai keuntungan, dibandingkan dengan metode-metode lain waktu yang dibutuhkan untuk ekstraksi tergolong cepat dan efektifitas ekstrasinya juga besar sehingga diharapkan dapat memberikan hasil minyak yang optimum. Dari percobaan yang telah dilakukan, diperoleh kondisi operasi yang menghasilkan yield minyak tertinggi, yaitu pada waktu ekstraksi 3 menit dan rasio perbandingan massa biji alpukat dengan volume pelarut 1:12. Pada kondisi tersebut yield yang dihasilkan adalah 14,49%. Dari analisa karakteristik minyak, waktu ekstraksi 3 menit dan rasio perbandingan massa biji alpukat dengan volume pelarut 1:10 memiliki karakteristik yang terbaik karena nilai specific gravity, refractive index, dan viskositas yang terbesar, yaitu secara berurutan 0,9134; 1,4349; dan 11 cP. Kandungan senyawa aktif (tanin, triterpenoid, kuinon, dan saponin) dari minyak yang dihasilkan pada waktu ekstraksi 3 menit dan rasio perbandingan massa biji alpukat dengan volume pelarut 1:10, 1:12, dan 1:14 relatif sama.

Item Type: Monograph (Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium))
Uncontrolled Keywords: Avocado, oil, MAE, Microwave Assisted Extraction
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Puteri Selvitien Eka
Date Deposited: 25 Jan 2016 06:50
Last Modified: 25 Jan 2016 06:50
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5074

Actions (login required)

View Item View Item