Gambaran fleksibilitas kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pada pasien gangguan Bipolar

Nugroho, Maria Yosepha Saira [Rr.] (2015) Gambaran fleksibilitas kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pada pasien gangguan Bipolar. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (117kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (287kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (142kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (188kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pada pasien bipolar, perasaan yang ekstrem dalam setiap episode (mania, hipomania dan depresi) dapat memengaruhi persepsi pasien dan kemudian mempengaruhi fleksibilitas kognitif dan proses pemecahan masalah. Adanya gangguan pada fungsi ini dapat menyebabkan kesulitan beradaptasi (kurang fleksibel) dan menghadapi permasalahan yang ditemui sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan kognitif pada pasien gangguan bipolar. Selain itu juga untuk mengetahui distribusi fleksibilitas kognitif dan kemampuan pemecahan masalah menurut jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, kronisitas gangguan, awitan gangguan dan episode pasien. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Populasi yang diteliti adalah pasien gangguan bipolar dari dua klinik psikiater di Surabaya. Pasien dengan retardasi mental, stroke, delirium dan demensia dieksklusikan. Dua puluh dua orang pasien gangguan bipolar bersedia menjadi responden, masing- masing menjalani tes Wisconsin Card Sorting Test (WCST) untuk mengukur fleksibilitas kognitif dan Tower of London (TOL) untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah. Dua puluh orang pasien mendapat nilai WCST dibawah normal dan tidak ada pasien yang dapat menyelesaikan TOL dengan langkah minimal. Kesimpulannya, fleksibilitas kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pasien gangguan bipolar lebih rendah dari normal. Fleksibilitas kognitif ditemukan lebih baik pada pasien yang berpendidikan sarjana dan pasien yang sedang dalam fase remisi sedangkan ditemukan lebih rendah pada pasien yang sedang dalam episode campuran. Kemampuan pemecahan masalah ditemukan lebih baik pada pasien perempuan dan pasien yang sedang dalam episode mania sedangkan ditemukan lebih rendah pada pasien yang sedang dalam episode depresi. Secara keseluruhan, xxiv episode pasien merupakan faktor yang paling berperan terhadap fleksibilitas kognitif dan kemampuan pemecahan masalah. Kata kunci: kognitif, fleksibilitas kognitif, pemecahan masalah, bipolar, mood.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kognitif, fleksibilitas kognitif, pemecahan masalah, bipolar, mood
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 2409 not found.
Date Deposited: 01 Feb 2016 02:51
Last Modified: 17 Mar 2017 07:36
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5089

Actions (login required)

View Item View Item