Pengaruh steroid androgenik anabolik (Sustanon 250) terhadap jumlah sel osteoblas pada femur tikus putih galur wistar

Purnadi, Natania Zerlinda (2015) Pengaruh steroid androgenik anabolik (Sustanon 250) terhadap jumlah sel osteoblas pada femur tikus putih galur wistar. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (421kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (627kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (471kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (285kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penggunaan steroid androgenik anabolik (Sustanon 250) merupakan salah satu obat yang paling sering digunakan dalam bidang olahraga di seluruh dunia, sedangkan dalam bidang klinis digunakan sebagai terapi sulih androgen pada pria dengan hipogonadisme. Pemberian androgen dapat mengaktifkan reseptor androgen dalam tulang, mempengaruhi proses pembentukan dan resorpsi tulang melalui sel osteoblas dan osteoklas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian Sustanon 250 terhadap jumlah osteoblas femur dari penggunaan jangka pendek. Dua puluh empat ekor tikus Wistar usia rata-rata 6 bulan dibagi menjadi 4 kelompok secara acak untuk diberikan Sustanon 250 dosis 3 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, 10 mg/kgbb, dan kelompok kontrol yang hanya diberikan minyak jagung sebagai pelarut 1,25 ml. Pemberian ini dilakukan seminggu sekali selama 4 minggu menggunakan post test only group control design. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah osteoblas pada kelompok kontrol, kelompok tikus yang diberikan Sustanon 250 dosis 3 mg/kgbb, 5 mg/kgbb, dan 10 mg/kgbb adalah 7,17, 16,67, 31,33, dan 49,67. Peningkatan jumlah osteblas secara signifikan terjadi pada pemberian kelompok perlakuan Sustanon 3, 5, dan 10 mg/kgbb.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Medicine" not defined]
Uncontrolled Keywords: Sustanon 250, androgen, jumlah osteoblas
Subjects: Medicine
Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 2435 not found.
Date Deposited: 28 Jan 2016 00:37
Last Modified: 28 Jan 2016 00:37
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5102

Actions (login required)

View Item View Item