Pola penggunaan antibiotika pada pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) di IRNA medik ilmu penyakit dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Budihandari, Diah Ayu (2015) Pola penggunaan antibiotika pada pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) di IRNA medik ilmu penyakit dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (68kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (915kB)

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab kematian kedua pada 8 sampai 20% pasien yang dirawat inap di rumah sakit di Amerika. Di Indonesia, angka kematian akibat HAP 27% dan akan meningkat 43% saat antibiotika yang digunakan sebagai terapi resisten terhadap bakteri penginfeksi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada pasien HAP dewasa yang dirawat di IRNA Medik SMF Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya, meliputi dosis, frekuensi, lama terapi dan DRPs yang mungkin terjadi.Sampel yang digunakan adalah 43 pasien dengan diagnosis HAP yang menjalani rawat inap dan mendapat terapi antibiotika di IRNA Medik SMF Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang ditelusuri melalui Rekam Medik (RM) periode Januari 2012 - Desember 2013. Seluruh sampel didata dilembar pengumpul data, kemudian data direkapitulasi dan dilakukan analisis terhadap data tersebut.Berdasarkan data pengamatan didapatkan hasil bahwa ceftriaxone dan kombinasi ceftriaxone dengan levofloxacine paling banyak digunakan sebagai terapi empiris, cefriaxone dengan frekuensi dan dosis 2 kali sehari 1 g dan lama terapi selama 1-3 hari paling banyak digunakan. Meropenem dan kombinasi levofloxacine dengan meropenem paling banyak digunakan sebagai terapi definitif, meropenem dengan frekuensi dan dosis 3 kali sehari 500 mg dan 3 kali sehari 1 g dengan lama terapi selama 1-3 hari paling banyak digunakan. Sedangkan DRPs yang potensial antara lain lama terapi dan ketidaktepatan dosis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: antibiotika; pneumonia nosokomial; pola penggunaan obat.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Operator 2 Student Staff
Date Deposited: 25 Feb 2016 02:25
Last Modified: 25 Feb 2016 02:25
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5271

Actions (login required)

View Item View Item