Analisis expected return : Studi perbandingan metode CAPM dan APT pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008 – 2013

Juwana, Caresa (2014) Analisis expected return : Studi perbandingan metode CAPM dan APT pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008 – 2013. Masters thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (877kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (186kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (398kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (332kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (183kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Sektor keuangan dan pasar modal memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Investor di pasar modal Indonesia mengharapkan return yang tinggi dikarenakan pertumbuhan ekonomi di negara bekembang lebih pesat daripada negara – negara maju. Perkembangan ekonomi tersebut memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan pasar modal negara. Dengan kinerja pasar modal yang semakin baik, maka kebutuhan akan analisis sekuritas juga akan meningkat. Parameter yang digunakan oleh para investor yang menggunakan teknik fundamental dalam melakukan pertimbangan keputusan investasi adalah expected return. Perhitungan Expected return digunakan untuk mengukur apakah return yang diharapkan dari sekuritas sudah sesuai dengan ekspetasi dari investor. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode yang akurat untuk dapat menghitung expected return dari sekuritas sehingga investor dapat menentukan investasi yang sesuai dengan ekspetasi return yang diinginkan. CAPM dan APT merupakan 2 metode yang banyak digunakan dalam perhitungan expected return. Dalam penelitian ini faktor makroekonomi yang digunakan dalam perhitungan APT adalah IHSG, kurs USD, inflasi (bulanan), dan risk free rate. Penelitian ini membandingkan keakuratan kedua metode tersebut dalam menghitung expected return dari perusahaan sektor manufaktur di BEI pada periode 2008 – 2014. Metode yang digunakan untuk melakukan pebandingan dari kedua metode tersebut adalah uji beda mean, davidson and Mckinnon, dan posterior odds ratio. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa APT merupakan metode yang lebih akurat dalam perhitungan expected return daripada CAPM. Dari uji beda mean, Davidson and Mckinnon, dan posterior odds ratio yang dilakukan pada penelitian ini dihasilkan bahwa APT merupakan metode yang lebih akurat daripada CAPM dalam perhitungan expected return. Maka dapat disimpulkan bahwa APT lebih akurat daripada CAPM dalam penelitian yang dilakukan pada Bursa Efek Indonesia sektor manufaktur periode 2008 – 2014.

Item Type: Thesis (Masters)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Graduate School" not defined]
Uncontrolled Keywords: Pasar modal, expected return, CAPM, APT
Subjects: Business > Financial Management
Divisions: Graduate School > Master Program in Management
Depositing User: Thomas Aryanatan Lena
Date Deposited: 02 Feb 2016 08:40
Last Modified: 02 Nov 2016 07:44
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5361

Actions (login required)

View Item View Item