Skrining dan isolasi bakteri penghasil enzim selulase dari limbah tebu

Susanto, Fandy (2012) Skrining dan isolasi bakteri penghasil enzim selulase dari limbah tebu. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (601kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (274kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (545kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (437kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (788kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (984kB) | Preview

Abstract

Ampas tebu, atau sering disebut sebagai bagasse, memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin yang tinggi. Bagasse sering dimanfaatkan sebagai media untuk pertumbuhan berbagai mikroorganisme untuk proses sakarifikasi atau produksi enzim, khususnya selulase. Tingginya kandungan selulosa dalam bagasse membuatnya menjadi bahan yang potensial sebagai substrat bakteri selulolitik, penghasil enzim selulase. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan isolasi dan skrining bakteri dari limbah tebu tersebut. Pada isolasi bakteri yang dilakukan dengan metode penuangan, digunakan media selektif yang mengandung carboxyl methyl cellulose (CMC-Na). Setelah ditemukan koloni yang positif dilanjutkan dengan tahapan pemurnian isolat dan skrining bakteri. Isolat bakteri murni diidentifikasi melalui karakterisasi visual secara makroskopis, mikroskopis, dengan dan tanpa pewarnaan, karakterisasi biokimia. Uji biokimia yang dilakukan secara konvensional adalah uji motilitas, sitrat, glukosa, katalase, oksidase, hidrolase kasein, pembentukan gas, pembentukan H2S, uji indol, laktosa, sukrosa, dan hidrolisis pati. Hasil uji biokimia konvensional diperkuat dan didukung oleh uji Kit menggunakan Microbact: Gram-negative identification system. Berdasarkan hasil perhitungan persentase indeks kesamaan menggunakan koefisien sebanding dapat disimpulkan bakteri selulolitik tersebut memiliki kedekatan karakter dengan spesies Bacillus pumilus sebesar 78%. Produksi enzim dilakukan dengan mengkultivasi bakteri dalam media cair yang mengandung CMC-Na pada suhu 37°C selama 24 dan 48 jam, dengan pengocokan 150 rpm. Supernatan hasil sentrifugasi kultur bakteri yang mengandung enzim selulase diuji aktivitas selulolitiknya secara spektrofotometri menggunakan pereaksi asam 3,5-dinitrosalisilat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa aktivitas selulolitik enzim yang diperoleh pada waktu produksi 24 jam adalah 0,027 ± 0,007 U/ml, sedangkan aktivitas enzim pada waktu produksi 48 jamsebesar 0,029 ± 0,009U/ml. Satu unit aktivitas enzim didefinisikan sebagai jumlah enzim yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk berupa 1 mg glukosa per menit pada suhu 37°C dan pH 7,0.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Bagasse, isolasi bakteri, selulolitik, karakterisasi biokimia.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Vincentius Widya Iswara
Date Deposited: 09 Dec 2014 04:20
Last Modified: 16 Jan 2015 08:14
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/544

Actions (login required)

View Item View Item