Uji aktivitas antiangiogenesis kombinasi celecoxib dan 5-Fluorourasil terhadap sel PMN pembuluh darah membran korioalantois telur ayam berembrio yang diinduksi bFGF

Ese, Celerina (2016) Uji aktivitas antiangiogenesis kombinasi celecoxib dan 5-Fluorourasil terhadap sel PMN pembuluh darah membran korioalantois telur ayam berembrio yang diinduksi bFGF. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRACT.pdf

Download (643kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (211kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (570kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (339kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (391kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB) | Request a copy

Abstract

Angiogenesis merupakan peristiwa kompleks yang bergantung pada interaksi matriks ekstraselular sebagai mediator yang menstimulasi migrasi dan proliferasi sel. Fase terawal angiogenesis lebih melibatkan migrasi sel daripada pembelahan sel. Pembuluh darah kapiler utuh atau yang baru saja mengalami peradangan akan distimulasi oleh faktor angiogenik (bFGF) sehingga terjadi migrasi sel endotel kapiler menuju tempat peradangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi Celecoxib dan 5-Fluorouracil terhadap jumlah sel PMN pada membran korioalantois telur ayam berembrio (TAB) yang diinduksi oleh bFGF. Penelitian ini menggunakan 25 butir telur ayam berembrio (TAB) yang terbagi dalam lima kelompok perlakuan, terdiri dari kelompok I: merupakan kelompok kontrol positif dengan bFGF, kelompok II: merupakan kelompok kontrol negatif dengan pelarut Tris-HCl, kelompok III: merupakan kelompok perlakuan I dengan bFGF dan Celecoxib, kelompok IV: merupakan kelompok perlakuan II dengan bFGF dan 5-Fluorouracil, dan kelompok V: merupakan kelompok perlakuan III dengan bFGF, Celecoxib, dan 5-Fluorouracil. Semua bahan uji diinokulasikan pada TAB melalui media paper disc. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rerata jumlah sel PMN tertinggi terdapat pada kelompok K I yaitu sebesar 14,00 ± 4,32. Kelompok K II menunjukkan rerata jumlah sel PMN yaitu sebesar 5,25 ± 2,22. Kelompok K III menunjukkan rerata jumlah sel PMN yaitu sebesar 6,50 ± 2,38. Kelompok K IV menunjukkan rerata jumlah sel PMN yaitu sebesar 5,67 ± 2,08. Kelompok K V menunjukkan rerata jumlah sel PMN yaitu sebesar 4,33 ± 4,16. Data diatas menunjukkan bahwa pada kelompok K III, IV, dan V memberikan hasil yang berbeda bermakna terhadap kelompok K I. Simpulannya adalah pemberian kombinasi Celecoxib dan 5-Fluorouracil dapat menurunkan jumlah sel PMN pada histopatologi membran korioalantois telur ayam berembrio yang diinduksi dengan bFGF.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Angiogenesis, bFGF, sel PMN, membran korioalantois, paper disc
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 2675 not found.
Date Deposited: 17 Feb 2016 02:36
Last Modified: 17 Feb 2016 02:36
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/5821

Actions (login required)

View Item View Item