Pengujian daya antibakteri destilat caryophylli flos terhadap staphylococcus aureus dan streptococcus mutans

Primalia, The Artis (2009) Pengujian daya antibakteri destilat caryophylli flos terhadap staphylococcus aureus dan streptococcus mutans. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (449kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (86kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (907kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (156kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (277kB) | Preview

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai daya antibakteri dari destilat bunga cengkeh (Caryophylli Flos) terhadap Staphylococcus aureus (Sa) dan Streptococcus mutans (Sm) dengan metode difusi sumuran dan dilusi cair. Destilat Caryophylli Flos diperoleh dengan alat Stahl, yaitu minyak atsiri (MA) dan air sisa destilasi (labu (ASDL) dan buret (ASDB)). MA dibuat konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sedangkan ASDL dan ASDB masing-masing tanpa pengolahan, dipekatkan dengan water bath (WB) dan freeze dried. Pengujian daya antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran untuk mendapatkan nilai daerah hambatan pertumbuhan (DHP) dan dilanjutkan dengan metode dilusi cair untuk mendapatkan nilai kadar hambat minimum (KHM). Sebagai pembanding digunakan eugenol 2%. MA 10%, 20%, 30%, ASDL tanpa pengolahan, dipekatkan di WB, freeze dried 10%, 20%, 30%, dan pembanding menunjukkan daya antibakteri dengan menghasilkan DHP terhadap Sa dan Sm. Tetapi ASDB tidak menunjukkan daya antibakteri terhadap Sa dan Sm. Dengan uji Anava Satu Arah (dan dilanjutkan uji HSD Tuckey untuk Sm) dapat disimpulkan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya antibakteri MA, ASDL, dan pembanding terhadap Sa, tetapi terdapat perbedaan daya antibakteri antara MA 10% dan 30%, MA 30% dan ASDL tanpa pengolahan, MA 30% dan ASDL dipekatkan dengan WB terhadap Sm. Dari hasil uji Anava Satu Arah juga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya antibakteri ASDL antara Sa dan Sm, tetapi tidak terdapat perbedaan daya antibakteri MA dan pembanding antara Sa dan Sm. Dari hasil metode dilusi cair diketahui bahwa MA, ASDL, dan pembanding mempunyai efek bakteriostatik dengan nilai KHM MA dan pembanding terhadap Sa masing-masing adalah 0,5% dan 0,25%. KHM ASDL tanpa pengolahan, dipekatkan di WB, dan freeze dried terhadap Sa masing-masing adalah 13%,8%, dan 0,35%. KHM MA dan pembanding terhadap Sm adalah 0,5% dan 0,35%. KHM ASDL tanpa pengolahan, dipekatkan di WB, dan freeze dried terhadap Sm adalah 17%, 11%, dan 0,95%. Disimpulkan bahwa ASDL freeze dried mempunyai efek bakteriostatik terhadap Sa lebih tinggi dibanding MA dan ASDL perlakuan lain, namun terhadap Sm, MA mempunyai efek bakteriostatik yang lebih tinggi dibanding ASDL. Pembanding mempunyai efek bakteriostatik tertinggi dibanding MA dan ASDL. ASDL dan pembanding mempunyai efek bakteriostatik lebih tinggi terhadap Sa daripada Sm, tetapi MA mempunyai efek bakteriostatik sama terhadap Sa dan Sm.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: air sisa destilasi; bunga cengkeh; Caryophylli Flos; daya antibakteri; minyak atsiri; Staphylococcus aureus; Streptococcus mutans.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Vincentius Widya Iswara
Date Deposited: 09 Dec 2014 06:07
Last Modified: 09 Dec 2014 06:07
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/616

Actions (login required)

View Item View Item