Pemanfaatan laporan biaya kualitas sebagai alat evaluasi quality improvement program pada PT. Logam Jaya di Surabaya

Kuslan, Erlynawati (1999) Pemanfaatan laporan biaya kualitas sebagai alat evaluasi quality improvement program pada PT. Logam Jaya di Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (136kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (369kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf

Download (96kB) | Preview

Abstract

Persaingan yang semakin tajam dalam bidang industri saat ini menuntut badan usaha untuk melakukan perbaikan diri secara terus menerus. Salah satu senjata ampuh yang dapat dipakai oleh badan usaha untuk memenangkan persaingan tersebut selain harga, waktu, dan inovasi, adalah kualitas. Produk yang berkualitas dapat menarik customer dengan cepat. Oleh sebab itu kini banyak badan usaha yang berusaha untuk meningkatkan perhatiannya pada kualitas produk / jasa yang dihasilkannya, antara lain dengan melaksanakan program perbaikan kualitas (quality improvement program). Tetapi seringkali pelaksanaan program tersebut tidak diiringi dengan aktivitas pelaporan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pelaksanaan program tersebut. Padahal laporan tersebut berfungsi untuk memberikan informasi bagi pihak manajemen mengenai seberapa jauh tingkat perbaikan kualitas. Oleh karena itulah dalam skripsi ini dibahas mengenai pentingnya pemanfaatan laporan biaya kualitas sebagai alat untuk mengevaluasi Quality Improvement Program. Tujuan dari Quality Improvement Program adalah menurunkan biaya kualitas. Menurut Crosby untuk mencapai tujuan tersebut ada 14 langkah penting yang harus dilakukan antara lain: management commitment, pembentukan quality improvement team, pelaksanaan measurement terhadap aktivitas pencegahan, pelaporan cost of quality awareness yang akan mengalami corrective action, zero deffect planning & employee education yang bertujuan untuk memupuk kemampuan dan ketrampilan para pekerja. Crosby juga membagi biaya kualitas menjadi 4 kategori, yaitu prevention, appraisal, internal failure, dan external failure cost. Diantara keempat biaya kualitas tersebut, prevention cost adalah biaya yang paling murah. Oleh karena itu aktivitas pencegahan sangat diprioritaskan. Selain itu, Crosby juga menekankan pelaksanaan DIRFT yang akhirnya menuju pada zero defect, sehingga untuk mencapai hal itu, internal dan eksternal failure cost harus ditekan sampai titik nol. Dalam pembahasan secara praktik pada PT. Logam Jaya akan dilakukan analisis biaya kualitas berdasarkan penjualan aktual, trend satu tahun, trend multiperiode, dan standar jangka panjang. Akhir pembahasan akan dijelaskan mengenai berbagai dampak lebih luas dan lebih lanjut terhadap permasalahan yang dihadapi oleh badan usaha.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Business" not defined]
Subjects: Business > Accounting
Business
Divisions: Faculty of Business > Accounting Undergraduate Study Program
Depositing User: Sri Kusuma Dewi
Date Deposited: 06 Jan 2015 02:03
Last Modified: 06 Jan 2015 02:03
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/627

Actions (login required)

View Item View Item