Preparasi dan evaluasi hidrogel natrium diklofenak dengan chitosan dan natrium alginat [CD-ROM]

Santoso, Indra Lesmana (2013) Preparasi dan evaluasi hidrogel natrium diklofenak dengan chitosan dan natrium alginat [CD-ROM]. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catolic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (999kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (521kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (788kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Hidrogel dapat dibuat dari polimer alami atau sintetik. Contoh polimer alami adalah chitosan dan natrium alginat. Rantai polimer hidrofilik atau kopolimer dalam setiap polimer dapat menyerap sejumlah besar air tanpa melarutkan. Adanya penggabungan rantai polimer tersebut dalam hidrogel dapat membentuk tautan silang. Tautan silang ini membuat strukturnya menjadi tidak larut air. Natrium diklofenak memiliki beberapa karakteristik yaitu bioavailabilitas sistemiknya hanya 30-70% dan waktu paruhnya adalah 1-2 jam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh gabungan polimer terhadap disolusi dan mutu fisik dalam hidrogel. Sedangkan tujuan kedua adalah untuk mencari konsentrasi optimum dari setiap polimer yang akan menghasilkan disolusi optimum dari gabungan polimer dalam hidrogel. Pada penelitian ini dibuat empat macam formula berdasarkan factorial design dengan konsentrasi chitosan yaitu 0,1% dan 0,5% serta konsentrasi natrium alginat yaitu 0,5% dan 1%. Hidrogel yang telah terbentuk kemudian akan diuji pengembangan, penetapan kadar dengan spektrofotometer UV-Vis, loading obat, dan disolusi. Hasil penelitian menunjukkan dalam dapar pH 2,1; pada formula D memiliki efek pengembangan terbesar dengan efek pelepasan obat yang lebih cepat sehingga jumlah obat yang terlepas adalah 50,9498+8,4852% selama 8 jam. Dalam dapar pH 7,4; pada formula C memiliki efek pengembangan terbesar dengan efek penghambatan pelepasan obat yang lebih cepat dengan jumlah obat yang terlepas adalah 54,4477+3,7655% selama 8 jam. Dalam penentuan loading obat dan efisiensi enkapsulasi, pada formula C memiliki angka loading obat terbesar yaitu 55,7845+0,2247% dan angka efisiensi enkapsulasi terbesar yaitu 93,5954+0,4705%. Dapat disimpulkan bahwa pelepasan obat dipengaruhi oleh adanya polimer chitosan dan natrium alginat. Kata kunci: hidrogel, natrium diklofenak, chitosan, natrium alginat, tautan silang, factorial design, pengembangan, efisiensi enkapsulasi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 18 Sep 2014 03:04
Last Modified: 26 Jun 2015 07:31
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/66

Actions (login required)

View Item View Item