Pengembangan produk susu bubuk formula dengan penambahan ekstrak teh hijau berkapasitas 1,2 ton per hari

Gunawan, Irene (2006) Pengembangan produk susu bubuk formula dengan penambahan ekstrak teh hijau berkapasitas 1,2 ton per hari. Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif). Faculty of Agricultural Technology, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (64kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (381kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (43kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (66kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (33kB)
[img] Text (BAB 6)
Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (80kB)
[img] Text (BAB 7)
Bab 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img]
Preview
Text (BAB 8)
Bab 8.pdf

Download (62kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB)

Abstract

Epigallocatechin gallat (EGCG) merupakan salah satu senyawa polifenol dalam teh hijau yang memiliki potensi antioksidan seratus kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin C dan dua puluh lima kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin E. EGCG memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Pabrik susu yang bertempat di daerah Pasuruan melakukan pengembangan produk susu bubuk formula dengan menambahkan ekstrak teh hijau. Produk susu bubuk formula tersebut ditujukan untuk masyarakat mulai usia empat puluh tahun dan direncanakan akan diproduksi menggunakan total bahan baku dan bahan tambahan sebanyak 1,2 ton bahan per hari (20% total kapasitas pabrik). Bahan baku dari susu bubuk formula dengan penambahan ekstrak teh hijau ialah susu skim yang memiliki kalori rendah, sedangkan bahan tambahan yang digunakan adalah maltodekstrin, aspartam, ekstrak teh hijau, oligosakarida (inulin dan FOS), vitamin, mineral, dan flavor vanila. Pembuatan susu bubuk formula ini menggunakan metode dry blending dengan sistem batch. Tahapan proses yang dilalui ialah stripping, tahap persiapan, tipping, tahap pencampuran (mixing), tahap penampungan sementara, tahap pengisian dan pengemasan. Pengembangan produk susu bubuk formula ini direncanakan tanpa ada penambahan mesin dan peralatan baru serta tanpa ada penambahan tenaga kerja, yaitu dengan melakukan efisiensi. Berdasarkan pertimbangan faktor ekonomis, produk ini layak untuk diproduksi. Produk susu bubuk formula ini akan dipasarkan dalam kemasan 250 gram, dengan harga pokok penjualan sebesar Rp. 9.551,76 per kemasan. Harga jual produk susu bubuk formula ini masih dapat bersaing di pasaran dengan asumsi keuntungan yang diperoleh produsen sebesar 34%. Perusahaan tidak perlu menambah investasi dalam jumlah besar karena belum perlu membeli mesin dan peralatan baru dan belum perlu menambah tenaga kerja.

Item Type: Monograph (Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif))
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Sri Kusuma Dewi
Date Deposited: 29 Aug 2016 11:06
Last Modified: 29 Aug 2016 11:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/6651

Actions (login required)

View Item View Item