Analisis perbedaan persepsi faktor brand equity konsumen shampoo pentene dan konsumen, shampoo sunsilk di Surabaya

Wijaya, Tommy (2004) Analisis perbedaan persepsi faktor brand equity konsumen shampoo pentene dan konsumen, shampoo sunsilk di Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Dewasa ini kondisi persaingan dalam berbagai industri semakin ketat dan bentuk persaingan tersebut bukan lagi hanya pada persaingan harga,layanan,produk tetapi juga sampai pada persaingan merek. Dengan kondisi persaingan yang semakin ketat ini menyebabkan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut market share. Salah satu aset untuk mencapai keadaan tersebut adalah merek produk yang dewasa ini berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. Dalam kondisi pasar yang kompetitif, preferensi, dan loyalitas pelanggan adalah kunci kesuksesan. Hal ini berarti pemasaran dewasa ini merupakan petempuran persepsi konsumen dan tidak lagi sekedar petempuran produk. Membangun persepsi dapat dilakukan melalui jalur merek dan memahami perilaku merek. Pada awalnya merek hanya digunakan untuk mengenali produk atau jasa dari seseorang atau beberapa penjual dan untuk membedakan produk dari suatu perusahaan dengan produk pesaing. Namun saat ini merek bukan lagi dipandang sebagai sekedar identitas produk melainkan sebagai alat unik untuk menciptakan mind set yang dicirikan dengan lebih menekankan keterlibatan elemen emosi agar konsumen loyal pada suatu merek. Ide penelitian ini timbul dari kondisi persaingan merek yang semakin ketat seperti yang diungkapkan diatas. Peneliti akan memfokuskan penelitiannya pada persaingan merek pada industri shampoo dan obyek penelitian yang dipilih adalah Pantene dan Sunsilk dikarenakan kedua merek tersebut memiliki kesamaan pada banyaknya ragam varian varian dari produknya selain itu kedua merek ini memiliki mind share yang cukup besar didalam benak konsumen. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti terlihat menganggap betapa pentingnya peran dari suatu ekuitas merek untuk dapat memenangkan suatu persaingan. Pada saat ini Sunsilk menguasai lebih dari 40% pangsa pasar shampoo di Indonesia sedangkan Pantene hanya menguasai sekitar 26% pangsa pasar shampoo di Indonesia Berdasarkan hal terse but apakah diantara kedua merek shampoo tersebut memiliki perbedaan dalam ekuitas mereknya sehingga Sunsilk dapat menjadi market leader untuk industri shampoo di Indonesia? Jika memang terdapat perbedaan, dimanakah letak perbedaannya ? Berdasarkan analisis data dengan menggunakan alat uji mean dan standar deviasi dan pengujian hipotesisdengan menggunakan alat uji t temyata terdapat perbedaan Brand Equity shampoo Pantene dan Sunsilk di Surabaya baik ditinjau dari variabel Brand Loyalty, Brand Awareness, Perceived Quality dan Brand Association. Dimana Sunsilk memiliki keunggulan di variabel Brand Loyalty, Brand Awareness dan Brand Association sedangkan Pantene hanya unggul di variabel Perceived Quality saja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Business" not defined]
Subjects: Business > Management
Divisions: Faculty of Business > Management Undergraduate Study Program
Depositing User: Users 3017 not found.
Date Deposited: 26 Aug 2016 07:42
Last Modified: 26 Aug 2016 07:42
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/6919

Actions (login required)

View Item View Item