Konsep keindahan dalam perspektif Thomas Aquinas (Kajian terhadap In Librum Beati Dionysii De Divinis Nominibus Expositio)

Hermawan, Agus (2016) Konsep keindahan dalam perspektif Thomas Aquinas (Kajian terhadap In Librum Beati Dionysii De Divinis Nominibus Expositio). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1 fr Agus.pdf

Download (330kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2 fr Agus.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 fr Agus.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4 fr Agus.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5 fr Aries.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB)

Abstract

Di dalam estetika (filsafat keindahan), keindahan adalah sebuah prinsip yang penting yang membuat suatu karya seni yang bersifat indrawi (konkret) dapat memberikan sebuah pengalaman estetis bagi subjek yang mengamatinya. Di lain pihak, keindahan juga merupakan konsep yang bersifat transendental (metafisis). Keindahan di dalam kajian metafisika dikenal dengan istilah “pulchrum”. Skripsi ini membahas tentang konsep keindahan menurut pemikiran Thomas Aquinas. Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendalami dan memahami pemikiran Thomas Aquinas tentang keindahan dalam kaitannya dengan passion yang ada di dalam jiwa manusia, dan untuk mendalami estetika dan masalah yang ada di dalam estetika, serta untuk mencari pendasaran yang relevan bagi persepsi manusia di dalam menilai keindahan, baik secara objektif maupun subjektif. Hal ini bermanfaat untuk membantu manusia di dalam mengenal dirinya dan lingkungan sekitarnya. Untuk menunjang tujuan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis hendak menarik kesimpulan berdasarkan rumusan masalah yang ada. Kesimpulan tersebut penulis paparkan sebagai berikut: Pertama, menurut Thomas Aquinas, keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan ketika dilihat (pulchra enim dicuntur quae visum placent). Pernyataan ini memberi pengertian bahwa segala sesuatu (objek) dapat dikatakan indah apabila menyenangkan ketika dilihat. Dalam hal ini, Thomas Aquinas mengajukan tiga syarat agar suatu objek dapat memiliki nilai keindahan. Tiga xi syarat tersebut adalah integritas, keselarasan dan kecemerlangan. Syarat-syarat ini juga menyatakan bahwa keindahan adalah bersifat indrawi (keindahan estetis). Di lain pihak, keindahan sebagai yang bersifat transendental (metafisis) mengidentifikasikan bahwa suatu objek dapat dikatakan indah karena objek tersebut memiliki eksistensi. Sebagai konsekuensinya, segala ‘yang ada’ adalah indah, baik dan benar. Kedua, di dalam estetika (filsafat keindahan) antara manusia yang menjadi subjek dengan karya seni sebagai objek keindahan harus saling bertemu satu sama lain. Interaksi indrawi antara subjek dengan karya seni (objek keindahan) akan menimbulkan reaksi yang berpusat pada intelek manusia, kemudian bersatu menjadi sebuah pengalaman keindahan. Dalam hal ini, ada dua pendekatan yang terdapat di dalam estetika, yaitu: pendekatan secara objektif dan subjektif. Di dalam pendekatan secara objektif, menunjukkan bahwa konsep keindahan merupakan ‘yang ada’ pada objek itu sendiri. Di dalam pendekatan secara subjektif, menunjukkan bahwa keindahan adalah sebuah konsep yang ditentukan oleh indra dan intelek manusia. Konsep tentang keindahan ini berasal dari proses berpikir (kontemplasi) yang dilakukan oleh subjek tentang objek yang ditangkap oleh indranya. Berdasarkan penjelasan ini, maka dapat dikatakan bahwa keindahan adalah sebuah konsep yang bersifat objektif maupun subjektif dan sekaligus relasional. Dikatakan relasional karena keindahan sebagai konsep yang bersifat objektif dan subjektif adalah saling terkait satu sama lain. Ketiga, keindahan adalah hal yang diinginkan oleh subjek dari objek yang diterimanya. Suatu objek dapat memberikan sebuah pengalaman estetis apabila subjek mempunyai passions ketika menghayati suatu objek. Dalam hal ini, passions harus dapat mengarahkan intelek dan kehendak manusia kepada kebaikan dan kebenaran. Dengan kata lain, keindahan adalah sesuatu yang dicintai atau diinginkan karena di dalam keindahan terdapat nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itu, semua ciptaan Tuhan maupun karya seni (ciptaan manusia) adalah objek keindahan yang memiliki nilai keindahan, baik keindahan estetika maupun keindahan transendental. Keindahan estetika dan keindahan transendental ini pada akhirnya dapat memberikan pengalaman keindahan (estetis) yang menyenangkan melalui indra dan intelek yang dimilki oleh manusia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Thomas Aquinas, keindahan, estetika, transendental, metafisika, passions, karya seni, objektif dan subjektif
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Chrisantus Surya Prasetya
Date Deposited: 03 Oct 2016 04:21
Last Modified: 03 Oct 2016 04:21
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/6948

Actions (login required)

View Item View Item