Prarencana pabrik pabrik sabun antiseptik menggunakan lidah buaya kapasitas produksi : 4.750 ton/tahun

Sumargo, Gladys and Ekklesia, Christian (2014) Prarencana pabrik pabrik sabun antiseptik menggunakan lidah buaya kapasitas produksi : 4.750 ton/tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (954kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (249kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (107kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (53kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (130kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (387kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (657kB)
[img] Text (BAB 8)
BAB VIII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (137kB)
[img] Text (BAB 9)
BAB IX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (52kB)
[img] Text (BAB 10)
BAB X.pdf
Restricted to Registered users only

Download (80kB)
[img] Text (BAB 11)
BAB XI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (137kB)
[img]
Preview
Text (BAB 12)
BAB XII.pdf

Download (84kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN ABCD.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Saat ini industri sabun menambahkan zat aditif yang berguna sebagai antimikroba, salah satunya adalah triclosan. Namun, pemakaian triclosan membawa dampak negatif bagi tubuh seperti mengganggu hormon pertumbuhan otak dan reproduksi, resistensi antibiotik, menyebabkan mutasi sel dari bakteri sehingga bakteri sukar dibunuh, serta dapat membunuh flora normal kulit jika triclosan terlalu sering digunakan. Oleh karena itu, perlu mencari alternatif pengganti triclosan. Lidah buaya dapat digunakan sebagai pengganti triclosan karena mengandung saponin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik serta accemanan dan anthraquinone yang berfungsi sebagai antivirus dan antibakteri. Selain itu, lidah buaya juga mengandung lignin yang berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit, sehingga kulit menjadi bersih dan lembab. Proses produksi diawali dengan persiapan bahan baku, yaitu dengan melarutkan NaOH padat menjadi NaOH 50%, CPO disimpan dan dipanaskan pada suhu 60oC, NaCl dilarutkan hingga menjadi larutan NaCl 30%, serta pencucian lidah buaya. Kemudian, lidah buaya yang telah bersih diambil daging dan gelnya. Setelah itu, daging dan gelnya dihancurkan hingga menjadi bubur sambil dipanaskan hingga 45oC ditambahkan asam sitrat 2,5% dari total daging lidah buaya yang masuk. Kemudian dilanjutkan dengan proses saponifikasi di dalam reactor yang menghasilkan sabun dan gliserol. Kemudian dilakukan pemisahan sabun (neat soap) dan gliserol pada Tangki Pemurnian Sabun. Lapisan atas (neat soap) dialirkan ke Centrifuge. Lapisan bawah dari Tangki Pemurnian Sabun dan fraksi yang lebih ringan dari Centrifuge dialirkan menuju Tangki Penampungan Spent Lye, sedangkan fraksi yang lebih berat dari Centrifuge dialirkan menuju Mixing Tank untuk penambahan zat aditif. Campuran sabun dari proses mixing ini dialirkan ke Vacuum Evaporator untuk mengurangi kadar air yang ada. Dari Vacuum Evaporator), campuran sabun dibawa oleh Cooling Belt Conveyor menuju Finishing Line (yang kemudian disimpan di gudang penyimpanan produk. Ringkasan penjelasan Pabrik Sabun Antiseptik Menggunakan Lidah Buaya disajikan berikut. Nama : Pabrik Sabun Antiseptik Menggunakan Lidah Buaya Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) Produksi : Sabun Padat Antiseptik Status Perusahaan : Swasta Kapasitas produksi : 4.693,5900 ton sabun / tahun Hari Kerja Efektif : 330 hari/tahun Sistem Operasi : Kontinyu Masa Konstruksi : 1 Tahun Waktu mulai beroperasi : Tahun 2015 Bahan Baku • Lidah Buaya : 11.111,1111 kg per hari • CPO : 10.000,0000 kg per hari • NaCl : 3.087,8313 kg per hari • Pewarna : 71,9700 kg per hari • Parfum : 71,9700 kg per hari • Pengawet : 14,3940 kg per hari • Gliserin : 719,7000 kg per hari • Asam sitrat : 166,67 kg per hari • NaOH : 1.496,1101 kg per hari Produk • Sabun antiseptik (utama) : 14223,23 kg/hari • Gliserol (samping) : 15.929,7882 L/hari Utilitas • Air : 32,5810 m3 per hari • Steam : 1835,2729 kg per hari • Zeolit alam : 1.108,03 kg per tahun • NaCl : 351,53 kg per tahun • Acrylic based amine : 567,69 kg per tahun • NaOH : 351,53 kg per tahun • Refrigerant (R-134a) : 92,38 kg per tahun • Listrik terpasang : 262,8403 kW • Udara : 830,9037 kg/hari • Industrial Diesel Oil : 0,3331 liter/bulan • Coal : 174,0553 kg/hari Jumlah tenaga kerja : 95 orang Lokasi Pabrik : Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat Luas Pabrik : 6588 m2 Dari hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan didapatkan: • Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 13.191.498.789 • Working Capital Investment (WCI) : Rp. 9.105.511.715 • Total Production Cost (TPC) : Rp. 113.192.780.132 Penjualan per tahun : Rp. 124.292.745.159 Metode Discounted Cash Flow • Rate of Return Investment (ROR) sebelum pajak : 39,04% • Rate of Return Investment (ROR) setelah pajak : 30,54% • Rate of Equity (ROE) sebelum pajak : 45,82% • Rate of Equity (ROE) setelah pajak : 35,48% • Pay Out Time (POT) sebelum pajak : 3 tahun 1 bulan 27 hari • Pay Out Time (POT) setelah pajak : 3 tahun 10 bulan 7 hari • Break Even Point (BEP) : 35,59 % Dari hasil di atas didapatkan persentase ROR dan ROE setelah pajak di atas bunga Bank (10% per tahun). Pada umumnya, pabrik harus mampu mengembalikan modal investasinya dalam waktu sekitar 5 tahun. Dari hasil perhitungan POT, ternyata modal dapat kembali dalam waktu paling lama 3 tahun 10 bulan 7 hari. Dari aspek-aspek di atas dan dari hasil analisa ekonomi dapat disimpulkan bahwa Pabrik Sabun Antiseptik Menggunakan Lidah Buaya ini layak untuk didirikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: .
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Thomas Aryanatan Lena
Date Deposited: 13 Jul 2016 02:29
Last Modified: 13 Jul 2016 02:29
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/7059

Actions (login required)

View Item View Item