Studi perbandingan penetapan kadar deterjen anionik secara spektrofotometri dengan pereaksi biru metilen dan kristal violet

Melanie, Like (1997) Studi perbandingan penetapan kadar deterjen anionik secara spektrofotometri dengan pereaksi biru metilen dan kristal violet. Undergraduate thesis, Widya Mandala Chatolic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (447kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (223kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (397kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (596kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (677kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB)
[img]
Preview
Text (BAB 7)
BAB 7.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (432kB) | Preview

Abstract

Telah dilakukan Studi Perbandingan Penetapan Kadar Detejen Anionik Secara Spektrofotometri Dengan Pereaksi Biru Metilen Dan Kristal Violet dengan tujuan untuk memperoleh suatu metode altematif dalam penetapan kadar detejen anionik. Panjang gelombang maksimum untuk metode biru metilen adalah 652,5 nm, dan untuk metode kristal violet adalah 589,5 nrn. Jumlah pereaksi optimal untuk metode bim metilen adalah 20,O rnl, dan untuk metode kristal violet adalah 25,O mi. Waktu pengamatan optimal untuk metode biru metilen adalah 50 - 100 menit, dan untuk metode kristal violet adalah 70 - 80 menit. Metode biru metilen mempunyai batas deteksi 0,0097 bpj, dan batas kuantitasi 0,0132 bpj. Metode kristal violet mempunyai batas deteksi 0,0324 bpj dan batas kuantitasi 0,0439 bpj. Persen perolehan kembali dari metode biru metilen pada daerah 80 - 120 % kadar "sasaran" didapatkan (100,47 + 1,7759) %, dan dari metode kristal violet didapatkan (97,84 2 1,9214) %. Pada ketelitian instrumen untuk metode biru metilen didapatkan KV = 0,80 %, dan untuk metode kristal violet didapatkan KV = 0,90 %. Sedangkan pada ketelitian antar penetapan kadar untuk metode biru metilen didapatkan KV = 1,77 %, dan untuk metode kristal violet didapatkan KV = 1,96 %. Selanjutnya, dari hasil percobaan ini disimpulkan bahwa metode biru metilen mempunyai ketepatan yang lebih baik dari metode kristal violet ; sedangkan ketelitian instrumen dan ketelitian antar penetapan kadar dari kedua metode tersebut adalah sarna.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 16 Jan 2015 01:11
Last Modified: 10 Feb 2015 01:24
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/741

Actions (login required)

View Item View Item