Komposter elektrik

Arisandy, Dimas Fredy (2016) Komposter elektrik. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf

Download (668kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
bab1.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (367kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (586kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (829kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
bab5.pdf

Download (67kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB) | Request a copy

Abstract

Sampah merupakan sisa hasil pengolahan, secara umum sampah banyak menimbulkan kerugian – kerugian, seperti polusi udara, pulusi tanah, polusi air, gangguan kesehatan, dan menimbulkan kerugian ekonomi untuk pengangkutan (pembuangan sampah) ke tempat pembuangan akhir, namun dari sisi kerugian tersebut dapat ditimbulkan sisi keuntungan dengan melakukan pengolahan terhadap sampah tersebut[1]. Pengolahan sampah organik dapat menghasilkan kompos (pupuk) untuk tanaman, yang dapat bernilai ekonomi. Pengolahan sampah organik untuk dijadikan kompos secara cepat memerlukan komposter (alat pembuat kompos beserta bahan pendukung). Komposter akan mengolah sampah organik dengan mikroba, agar mikroba dapat menguraikan sampah dengan baik, maka suhu saat proses pengomposan harus diperhatikan, karena mikroba pada bakteri EM4 akan mati ketika suhu mencapai 70°C. Untuk menghindari kematian mikroba diperlukan proses pengadukan sampah agar suhu dapat normal kembali. Pada penelitian sebelumnya oleh (Andrew J, 2015) telah diciptakan sebuah alat komposter yang dapat melakukan pengolahan sampah menjadi pupuk yang membutuhkan waktu 7 hari . Namun pengadukan komposter masih bekerja secara manual, sehingga operator memantau komposter secara berkala. Untuk meringankan tugas operator, maka pada tugas akhir ini dilakukan pengembangan terhadap komposter, yaitu dengan menambahkan rangkaian pengendali dan pencacah sehingga pengadukan dan pencacahan dapat dilakukan tanpa bantuan operator. Pada percobaan alat didapatkan hasil pencacahan sampah dengan berat 1,67Kg selama 15 menit dan pengadukan selama 2 menit untuk mendapatkan pengadukan yang rata. Proses dari komposter, yaitu bahan yang berupa sampah organik dicacah kemudian dicampur dengan bukling agent, aktivator dan air gula. Bahan-bahan tersebut akan diolah dengan diaduk secara otomatis setiap harinya selama 7 hari.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Komposter, kontroler, sampah organik, kompos
Subjects: Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Users 3247 not found.
Date Deposited: 04 Aug 2016 02:45
Last Modified: 04 Aug 2016 02:45
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/7676

Actions (login required)

View Item View Item