Detektor kebakaran menggunakan teknologi ZigBee

Johanes, Chandra (2012) Detektor kebakaran menggunakan teknologi ZigBee. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (467kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (54kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (445kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (58kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (171kB)

Abstract

Sistem alarm kebakaran merupakan sistem proteksi aktif yang mendeteksi kebakaran ataupun pengaruh dari kebakaran dengan tujuan memberikan sinyal peringatan lebih awal kepada penghuni. Detektor kebakaran ini menggunakan sensor asap SS-168P yang terdiri dari sumber cahaya sebagai pemancar cahaya dan sensor cahaya sebagai penerima berkas cahaya yang akan terhalang apabila asap tersebut melalui rangkaian detektor. Selain itu, detektor kebakaran ini juga menggunakan sensor suhu yang sangat peka terhadap panas yaitu LM35. LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. LM35 memiliki keakuratan yang tinggi dan kemudahan dalam perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain. Hasil pengukuran kedua sensor tersebut akan diolah oleh sistem minimum mikrokontroler menggunakan IC ATmega8535. Kemudian hasil pengolahan data oleh mikrokontroler akan dikirimkan kepada ZigBee. Teknologi wireless yang dikenal dengan ZigBee (IEEE 802.15.4) adalah suatu protokol pada jaringan wireless yang dikhususkan untuk perangkat sensor, sehingga hanya memerlukan power dan data rate yang rendah tetapi mempunyai jangkauan yang luas serta tingkat keamanan yang tinggi. ZigBee ini yang akan mengirimkan data ke ZigBee lainnya dalam satu jaringan tanpa menggunakan kabel. Pada umumnya, satu jaringan ZigBee hanya mempunyai satu koordinator yang dinamakan host. Tetapi dimungkinkan terjadi kondisi bahwa host tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga harus ditentukan host baru agar fungsi jaringan masih dapat dipertahankan. Kemudian di ZigBee host data yang telah diterima dari seluruh ZigBee node akan ditampilkan pada LCD.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Detektor kebakaran, komunikasi wireless, standar IEEE, teknologi zigBee.
Subjects: Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Tri Saptati
Date Deposited: 15 Nov 2016 08:17
Last Modified: 15 Nov 2016 08:17
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/8639

Actions (login required)

View Item View Item