Laporan kerja praktek di PT. Multi Manao Indonesia

Melany, . and Setiawan, Yulius Erik (2008) Laporan kerja praktek di PT. Multi Manao Indonesia. Project Report (PKL, Magang D3, Praktek Kerja Profesi Apoteker). Faculty of Engineering, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (447kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (836kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (83kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

PT. Multi Manao Indonesia adalah pabrik yang terletak di jalan Driyorejo, Gresik, Surabaya. Perusahaan ini bergerak dibidang industri furniture. Contoh barang-barang yang diproduksi adalah tempat tidur, kursi, meja, lemari dan rak. Konsumen PT. Multi Manao Indonesia berasal dari luar negri yaitu, Amerika PT. Multi Manao Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bersifat "job order" yang berarti besarnya produksi yang akan datang tidak dapat diramalkan terlebih dahulu karena tergantung pada pemintaan atau pesanan dari konsumen. Di perusahaan ini bahan baku utama dari pembuatan barang-barang yang diproduksi yaitu kayu meranti putih, meranti merah dan mahogany berasal dari Kalimantan serta bahan baku penunjangnya adalah rotan. Kelangkaan bahan baku di pasaran menyebabkan waktu kedatangan bahan baku sulit untuk diprediksi. Saat ini, bahan baku yang digunakan untuk produksi 9 item tempat tidur mengalami keterlambatan. Sehingga mengakibatkan waktu total produksi yang tersedia untuk memproduksi 9 jenis tempat tidur berkurang dari 42 hari menjadi 13 hari. Untuk menyelesaikan masalah keterlambatan datangnya bahan baku maka penjadwalan proses produksi yang sebelumnya telah ditetapkan harus diperpendek agar produk dapat selesai tepat pada waktunya. Penjadwalan revisi yang disusun perusahaan membutuhkan waktu selama 21 hari. Sedangkan penjadwalan dengan menggunakan metode optimasi dengan minimal flow time membutuhkan waktu 14 hari. Agar produktivitas dari sumber daya tidak menurun karena keterlambatan proses, maka perusahaan mengambil kebijakan untuk memproses produk yang seharusnya belum saatnya dikerjakan. Waktu proses produksi yang tersedia untuk produk pengganti menjadi lebih panjang 3 hari yaitu 54 hari dengan over time 4 jam perhari selama 30 hari. Revisi penjadwalan tidak menyebabkan proses produksi produk pengganti mengalami gangguan. Hal ini terlihat bahwa produk pengganti dapat diselesaikan dalam 52 hari. Penjadwalan dengan menggunakan metode optimasi, total waktu produk yang dibutuhkan adalah 21 hari tanpa over time.

Item Type: Monograph (Project Report (PKL, Magang D3, Praktek Kerja Profesi Apoteker))
Uncontrolled Keywords: Job order, penjadwalan produksi, flow time, over time
Subjects: Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program
Depositing User: Tri Saptati
Date Deposited: 27 Mar 2017 04:22
Last Modified: 27 Mar 2017 04:22
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/8831

Actions (login required)

View Item View Item