Gambaran penanganan ibu hamil dan bersalin pada suku Boti dalam Kecamatan KiE Kabupaten Timor Tengah Selatan

Ninu, Joy January Almighty Solideo (2016) Gambaran penanganan ibu hamil dan bersalin pada suku Boti dalam Kecamatan KiE Kabupaten Timor Tengah Selatan. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (948kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (198kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (416kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (354kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (990kB) | Request a copy

Abstract

AKI dan AKB di ASEAN tergolong paling tinggi di dunia termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Direktorat Bina Kesehatan Ibu pada tahun 2010 menunjukkan bahwa kematian ibu terkait erat dengan penolong persalinan dan tempat atau fasilitas persalinan. Persalinan yang ditolong tenaga medis dan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan terbukti berkontribusi terhadap turunnya risiko kematian ibu. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki AKI dan AKB yang cukup tinggi adalah provinsi Nusa Tenggara Timur. Namun terdapat sekelompok masyarakat yang tetap mempertahankan budaya penanganan terhadap ibu hamil dan bersalin menggunakan bantuan dukun bersalin, yaitu Suku Boti Dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanganan ibu hamil dan bersalin pada Suku Boti Dalam dengan fokus utama adalah alasan mengapa di zaman yang semakin modern ini, masyarakat Suku Boti Dalam masih tetap mempertahankan budaya penanganan ibu hamil dan bersalin secara tradisional dengan menggunakan bantuan dukun bersalin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian etnografi. Penelitian ini dilakukan di Suku Boti Kecamatan KiE Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan fokus penelitian di Suku Boti Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang membuat masyarakat Suku Boti Dalam cenderung menggunakan bantuan dukun bersalin dalam melakukan penanganan terhadap ibu hamil dan bersalin adalah keyakinan dan kepatuhan mengikuti adat. Dalam melakukan penanganan terhadap ibu hamil dan bersalin, dukun bersalin masih menggunakan cara-cara tradisional mulai dari melakukan pemijatan (mengurut) dan memberikan berbagai ramuan tradisional yang dipercaya dapat meningkatkan kondisi kesehatan ibu dan mengatasi berbagai komplikasi yang timbul selama masa kehamilan, persalinan, maupun nifas (setelah bersalin). Peralatan-peralatan yang digunakan pun masih serba tradisional. Lain halnya yang terjadi di Puskesmas Pembantu (Pustu) Boti di Suku Boti Luar dimana dalam melakukan pelayanan terhadap ibu hamil dan bersalin, “bidan” desa telah menggunakan cara-cara yang sesuai dengan pedoman pelayanan antenatal terpadu yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) tahun 2010 dan Asuhan Persalinan Normal (APN). Peneliti menyarankan agar perlu diberikan intervensi untuk regenerasi dukun bersalin melalui dunia pendidikan, memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat Suku Boti Dalam menggunakan pendekatan sosial budaya serta memberikan pelatihan khusus terhadap dukun bersalin mengenai tata cara menangani ibu hamil dan bersalin secara baik dan benar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ibu hamil, Ibu bersalin, Dukun bersalin, Suku Boti Dalam
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 3671 not found.
Date Deposited: 04 Jan 2017 02:33
Last Modified: 04 Jan 2017 02:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9217

Actions (login required)

View Item View Item