Profil pasien anak balita dengan keterlambatan perkembangan di Pelayanan Klinik Spesialis Rehabilitasi Medik Rumah Sakit PHC Surabaya

Natalia, Veby (2016) Profil pasien anak balita dengan keterlambatan perkembangan di Pelayanan Klinik Spesialis Rehabilitasi Medik Rumah Sakit PHC Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (638kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (165kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (369kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (181kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (248kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (213kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (187kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (403kB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang. Keterlambatan perkembangan adalah terlambatnya salah satu atau lebih dari aspek perkembangan. Usia paling rawan adalah masa balita. Diperkirakan 5 – 10% anak mengalami keterlambatan perkembangan. Tujuan. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil pasien anak balita dengan keterlambatan perkembangan berdasarkan usia, jenis kelamin, area keluhan utama, dan riwayat penyakit penyerta untuk mendapatkan data tentang karakteristik pasien anak balita dengan keterlambatan perkembangan di Pelayanan Klinik Spesialis Rehabilitasi Medik Rumah Sakit PHC Surabaya. Metode. Penelitian bersifat deskriptif, menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien baru berusia 0 – 5 tahun yang telah terdiagnosis dengan keterlambatan perkembangan dan mengikuti terapi rehabilitasi medik di Pelayanan Klinik Spesialis Rehabilitasi Medik Rumah Sakit PHC Surabaya periode 1 Mei 2015 – 30 April 2016. Subjek penelitian berjumlah 113 pasien. Penetapan jumlah subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan usia paling banyak pada kelompok usia 13 – 36 bulan, yaitu sebesar 57% (64 pasien), diikuti kelompok usia > 36 sebesar 37% (42 pasien), dan paling sedikit pada kelompok usia 0 – 12 bulan, yaitu 6% (7 pasien). Lebih banyak pada anak laki-laki, yaitu sebesar 69% (78 pasien) dibandingkan anak perempuan, yaitu sebesar 31% (35 pasien). paling banyak xxix mengeluhkan pada area gangguan bicara, yaitu sebesar 53% (60 pasien), kemudian pada area perkembangan gerak motorik terlambat sebesar 45% (51 pasien), dan keluhan di >1 aspek perkembangan sebesar 2% (2 pasien). Keterlambatan perkembangan sedikit pada balita yang memiliki riwayat penyakit penyerta (16%) dan banyak pada balita yang tidak memiliki riwayat penyakit penyerta (84%). Kesimpulan. Pasien anak balita dengan keterlambatan perkembangan lebih banyak pada kelompok usia 13 – 36 bulan, laki – laki lebih banyak dibandingkan perempuan, area keluhan utama orang tua yang paling banyak ketika datang membawa anaknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan adalah area gangguan bicara, dan banyak pada balita yang tidak memiliki riwayat penyakit penyerta.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Keterlambatan perkembangan, balita, keterlambatan bicara
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 3656 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2017 04:22
Last Modified: 09 Jan 2017 04:22
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9219

Actions (login required)

View Item View Item