Perencanaan unit pengemasan teh hitam mutu PFL sebanyak 750 kg/hari dengan plastik polyethylene sebagai kemasan primer

Wibowo, Della Yunita (2013) Perencanaan unit pengemasan teh hitam mutu PFL sebanyak 750 kg/hari dengan plastik polyethylene sebagai kemasan primer. Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan (FTP), Makalah Komprehensif (FTP)). Widya Mandala Catholic University Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (18MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (49kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (62kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (126kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (45kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (153kB)
[img]
Preview
Text (BAB 8)
BAB 8.pdf

Download (86kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (102kB)

Abstract

Konsumsi teh di Indonesia saat ini masih sangat rendah dibandingkan dengan konsumsi teh di Negara lain dengan tingkat konsumsi teh per kapita ±250-350gram. Namun sejak beberapa tahun terakhir, produk minuman yang berasal dari hasil pengolahan teh mulai banyak disukai oleh masyarakat karena masyarakat menyadari bahwa minuman teh tidak hanya menyegarkan tetapi juga baik untuk kesehatan karena teh mengandung tanin, katekin, polisakarida, dan antioksidan. Pengemasan merupakan salah satu cara pengawetan bahan hasil pertanian, karena dapat memperpanjang umur simpan bahan. Kemasan adalah wadah atau pembungkus yang dapat membantu mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan pada bahan yang dikemas. Pengemasan teh hitam Peco Fanning (PF1) dilakukan dengan menggunakan plastik jenis PE sebagai kemasan primer. PF1 merupakan jenis mutu teh yang dihasilkan dalam jumlah ±26,15% dari keseluruhan proses pengolahan teh hitam di PT. Perkebunan Nusantara XII (PERSERO). Teh hitam yang dikemas dalam kemasan primer plastik PE ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari PF1 yang pada umumnya hanya dikemas di dalam karung ketika dijual keluar negeri. Kemasan sekunder berupa folding carton juga digunakan untuk melindungi teh dari kerusakan fisik dan mempermudah proses penjualan, selanjutnya pengemas sekunder dikemas kembali dengan menggunakan kemasan tersier yaitu berupa corrugated box yang berfungsi untuk melindungi produk pada saat penyimpanan dan distribusi. Harga pokok pabrik untuk produk PF1 dalam kemasan plastik PE adalah Rp 389/plastik PE sehingga harga untuk 1 karton kemasan sekunder (@10 plastik PE) adalah Rp 5.835,-. Berdasarkan harga tersebut, maka ditetapkan harga jual teh BP1 dalam kemasan sekunder (@10 plastik PE) adalah Rp 5.850,-/karton sekunder.

Item Type: Monograph (Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan (FTP), Makalah Komprehensif (FTP)))
Uncontrolled Keywords: Peco Fanning1 (PF1), Pengemasan, Kemasan primer plastik Polyethylene
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Thomas Aryanatan Lena
Date Deposited: 09 Jan 2017 04:13
Last Modified: 31 Jan 2017 05:08
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9300

Actions (login required)

View Item View Item