Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air kunyit, beluntas, salam, dan jambu biji terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Escherichia coli

Key, Andreas Manek (2016) Skrining antibakteri kombinasi ekstrak air kunyit, beluntas, salam, dan jambu biji terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Escherichia coli. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (579kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (65kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (956kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (32kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (435kB) | Request a copy

Abstract

Rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam dan daun jambu biji merupakan tanaman yang telah digunakan oleh masyarakat sebagai bahan berkhasiat untuk pengobatan salah satunya sebagai antidiare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan potensi antibakteri kombinasi rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam dan daun jambu biji (1:1:1:1) terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Escherichia coli. Tanaman yang digunakan dikombinasikan dengan tujuan untuk meminimalkan dosis yang digunakan namun tetap memiliki efek farmakologi yang maksimal. Ekstraksi dilakukan dengan cara dekok kemudian dibuat larutan uji dengan konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm. Penentuan daya antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dan dilusi. Pembanding yang digunakan ialah Tetrasiklin HCl dengan konsentrasi 1500 ppm. Hasil pengamatan metode difusi sumuran berupa daerah hambatan pertumbuhan (DHP). Hasil pengamatan pada konsentrasi 1000 ppm 5000 ppm, dan 10.000 ppm yang dilakukan terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella thypi dan Escherichia coli tidak memberikan daya antibakteri sedangkan pada Tetrasiklin HCl memberikan daya antibakteri. Hasil pengamatan untuk uji dilusi kombinasi ekstrak memberikan hasil kadar hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10.000 ppm, namun terhadap bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli sampai konsentrasi 10.000 ppm tidak ada aktivitas antibakteri. Penentuan KBM kombinasi ekstrak terhadap Staphylococcus aureus, Salmonella typhi dan Escherichia coli tidak memberikan aktivitas antibakteri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Skrining antibakteri, rimpang kunyit, daun beluntas, daun salam, daun jambu biji, Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, dan Escherichia coli.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 3748 not found.
Date Deposited: 17 Jan 2017 04:11
Last Modified: 12 Dec 2017 07:25
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9338

Actions (login required)

View Item View Item