Hubungan gambaran hematologi dan status gizi dengan terjadinya syok pada pasien demam berdarah dengue anak di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya

Supit, Vincentius Diamantino (2016) Hubungan gambaran hematologi dan status gizi dengan terjadinya syok pada pasien demam berdarah dengue anak di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (580kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (108kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (616kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (235kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (214kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf

Download (196kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (463kB)

Abstract

Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue banyak menyerang anak dan dapat mengakibatkan manifestasi sindrom syok dengue yang dapat meningkatkan mortalitas pada pasien. Syok yang terjadi dipengaruhi oleh banyak faktor yang salah satunya merupakan status gizi dan gambaran hematologi. Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui hubungan gambaran hematologi dan status gizi sebagai faktor resiko untuk DSS. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya dengan menggunakan data rekam medik pasien DBD dari 1 Januari 2015 hingga 31 Desember 2015. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan data sekunder yang dilaksanakan dengan desain cross-sectional dan metode sampling total sampling. Uji korelasi spearman dilakukan untuk mengetahui korelasi antar variabel. Hasil penelitian. Dari 64 sampel yang memenuhi kriteria penelitian, terdapat 47 sampel (73,4%) yang merupakan DBD Non-syok dan 17 sampel (26,6%) yang merupakan DBD syok (DSS). Didapatkan jumlah pasien dengan status gizi lebih, baik, kurang, dan buruk berturut-turut sebagai berikut 3,1%, 79,7%, 9,4%, dan 7,8%. Didapatkan jumlah pasien dengan derajat leukositopenia berat, sedang, dan ringan berturut-turut sebagai berikut 9,4%, 34,4%, dan 56,3%. Didapatkan jumlah pasien dengan derajat trombositopenia berat, sedang, dan ringan berturut-turut sebagai berikut 18,8%, 64,1%, dan 17,2%. Didapatkan jumlah pasien dengan peningkatan hematokrit berat, sedang, dan ringan berturut-turut sebagai berikut 42,2%, 57,8%, dan 0%. Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara derajat trombositopenia dengan kejadian DSS (p<0,05) dan peningkatan hematokrit dengan kejadian DSS (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian DSS (p>0,05) dan derajat leukopenia dengan kejadian DSS (p>0,05). Kesimpulan. Semakin berat derajat trombositopenia dan peningkatan hematokrit pada pasien anak DBD maka semakin beresiko terjadinya DSS.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Medicine" not defined]
Uncontrolled Keywords: Demam berdarah dengue, anak, syok
Subjects: Medicine
Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 3699 not found.
Date Deposited: 16 Jan 2017 03:48
Last Modified: 16 Jan 2017 03:48
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9403

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item