Prarencana pabrik pembuatan MEK berbahan baku 2-butanol kapasitas produksi 65.000 ton/tahun

Wijaya, Yusak Adi and Kurniawan, Vania (2017) Prarencana pabrik pembuatan MEK berbahan baku 2-butanol kapasitas produksi 65.000 ton/tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (107kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (39kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 8)
BAB 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (82kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 9)
BAB 9.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 10)
BAB 10.pdf
Restricted to Registered users only

Download (212kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 11)
BAB 11.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 12)
BAB 12.pdf

Download (45kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang berada dalam fase perbaikan kondisi perekonomian melalui proses industrialisasi. Industri kimia merupakan salah satu sektor industri yang sangat penting dan menyumbang devisa negara. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, kebutuhan masyarakat akan bahan kimia terus meningkat. Metil Etil Keton (MEK) merupakan salah satu bahan kimia yang sangat dibutuhkan di Indonesia seiring dengan terus berkembangnya jumlah industri pengguna senyawa MEK. Berdasarkan data BPS tahun 2008 sampai 2013, menyatakan belum adanya produksi MEK dalam negeri, sehingga Indonesia masih harus mengimpor MEK dari negara lain. Pemenuhan kebutuhan MEK dalam negeri harus tercapai agar proses industrialisasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang. Oleh sebab itu, pendirian pabrik MEK di Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar dan prospektif untuk direalisasikan. Proses pembuatan MEK terdiri dari dua tahap utama, yaitu reaksi pembentukan MEK dan proses pemurnian MEK. Proses pembentukan MEK dilakukan melalui reaksi dehidrogenasi katalitk 2-butanol dalam sebuah reaktor fixed bed yang berisi tumpukan katalis CuO pada suhu 300oC dan tekanan 1 atm. Reaksi dehidrogenasi dipilih karena menghasilkan konversi reaksi besar, tekanan operasi rendah, dan selektivitas reaksi tinggi. Reaksi dehidrogenasi katalitik 2-butanol menghasilkan MEK sebagai produk utama dan gas hidrogen sebagai produk samping. Proses pemurnian MEK dilakukan dengan menggunakan proses distilasi menghasilkan produk MEK dengan kemurnian tinggi 99,5%. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi MEK adalah 2-butanol dengan kemurnian 99,5% yang diimpor dari China. Banyaknya pabrik-pabrik di China yang memproduksi 2-butanol menyebabkan produk 2-butanol dari China memiliki kualitas yang bagus dan harga yang bersaing. Prarencana pabrik MEK dari 2-butanol memiliki rincian sebagai berikut: Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) Produksi : metil etil keton (MEK) dan gas hidrogen Status Perusahaan : Swasta Kapasitas Produksi : 65.000 ton/tahun Hari Kerja Efektif : 330 hari/tahun Sistem Operasi : Kontinyu Masa Konstruksi : 2 tahun Waktu mulai Beroperasi : Tahun 2019 Bahan Baku : 2-butanol Kapasitas Bahan Baku : 203.369,2424 kg/hari Utilitas: • Refrigeran Propena (R-1270) : 17.975,8377 kg/jam • Air : Air Sanitasi = 7,26 m3/hari Air Pendingin = 2.451,94 m3/hari • Listrik : 2.165,1473 kW/hari • Bahan Bakar : Batu Bara = 10.831,84 kg/hari Solar = 1,627 m3/hari • Flue Gas : 196.816,85 kg/hari Jumlah Tenaga Kerja : 120 orang Lokasi Pabrik : kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kelurahan Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur Luas Pabrik : 149.100 m2 Dari hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan didapatkan : • Fixed Capital Investment (FCI) : Rp732.938.427.284,33 • Working Capital Investment (WCI) : Rp374.980.869.548,07 • Total Production Cost (TPC) : Rp4.758.402.061.712,82 • Penjualan per tahun : Rp5.311.191.971.010,49 Analisa ekonomi dengan Metode Discounted Flow: • Rate of Return (ROR) sebelum pajak : 31,60% • Rate of Return (ROR) sesudah pajak : 23,49% • Rate of Equity (ROE) sebelum pajak : 66,85% • Rate of Equity (ROE) sesudah pajak : 49,01% • Pay Out Time (POT) sebelum pajak : 3,2778 • Pay Out Time (POT) sesudah pajak : 4,0033 • Break Even Point (BEP) : 40,69% • Minimum Acceptable Rate of Return (MARR) : 32,51%

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: 2-butanol, metil etil keton, hidrogen, dehidrogenasi
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 3772 not found.
Date Deposited: 20 Jan 2017 03:21
Last Modified: 20 Jan 2017 03:21
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/9489

Actions (login required)

View Item View Item