Hubungan antara peningkatan jumlah leukosit dengan apendisitis akut perforasi di RSU Provinsi NTB pada tahun 2012- 2013.

Dwintasari, Merlinda (2014) Hubungan antara peningkatan jumlah leukosit dengan apendisitis akut perforasi di RSU Provinsi NTB pada tahun 2012- 2013. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (937kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (26kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (114kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB)
[thumbnail of BAB 6]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (174kB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (664kB) | Preview

Abstract

Apendisitis merupakan penyebab nyeri abdomen akut yang paling sering ditemukan dalam bidang bedah dan memerlukan tindakan pembedahan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi. Dalam menegakkan diagnosis pada pasien apendisitis dengan gejala yang tidak khas, dokter perlu melakukan pemeriksaan penunjang, salah satunya adalah hitung jumlah leukosit. Pemeriksaan ini sangat menunjang untuk diagnosis apendisitis, dapat dilakukan di puskesmas, harganya terjangkau, dan sederhana. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peningkatan jumlah leukosit dengan apendisitis akut perforasi di RSU Provinsi NTB pada tahun 2012-2013. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengkaji jumlah leukosit pada apendisitis akut perforasi di RSU Provinsi NTB pada tahun 2012-2013 dan mengkaji penggunaan hasil jumlah leukosit untuk memprediksi terjadinya perforasi pada penderita apendisitis akut. Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 99 rekam medik pasien sesuai dengan kriteria inklusi pada penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji Koefisien Kontingensi. Hasil analisis data pada penelitian ini adalah penderita apendisitis akut perforasi yang memiliki leukositosis berat (>18.000 µl) adalah sebanyak 15 orang (40,5%), leukositosis ringan-sedang (>10.000-18.000µl) sebanyak 22 orang (59,5%), dan tidak terdapat (0%) penderita apendisitis akut perforasi yang memiliki jumlah leukosit normal (4500-10.000µl). Untuk penderita apendisitis akut tanpa perforasi yang memiliki leukositosis berat (>18.000µl) adalah sebanyak 13 orang (21%), leukositosis ringan- sedang (>10.000-18.000µl) sebanyak 35 orang (56,5%), dan jumlah leukosit normal (4500-10.000µl) sebanyak 14 orang (22,6%). Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara peningkatan jumlah leukosit dengan apendisitis akut perforasi (p=0,003). Terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan jumlah leukosit dengan apendisitis akut perforasi di RSU Provinsi NTB pada tahun 2012-2013, akan tetapi pemeriksaan ini belum dapat membedakan antara apendisitis akut tanpa perforasi dan dengan perforasi, dimana ditemukan jumlah peningkatan leukosit yang sama diantara keduanya, yaitu mengalami leukositosis ringan-sedang, sehingga pemeriksaan ini belum dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya perforasi pada penderita apendisitis akut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Medicine" not defined]
Uncontrolled Keywords: Jumlah leukosit, apendisitis akut, apendisitis perforasi.
Subjects: Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > Medical Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 30 Jan 2015 09:10
Last Modified: 30 Jan 2015 09:10
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1246

Actions (login required)

View Item View Item