Uji antibakteri senyawa n-fenil-n’-(klorobenzoil)tiourea terhadap escherichia coli dan staphylococcus aureus

Sujono, Elisabeth (2010) Uji antibakteri senyawa n-fenil-n’-(klorobenzoil)tiourea terhadap escherichia coli dan staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (121kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 5]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (108kB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (618kB) | Preview

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efek antibakteri turunan benzoiltiourea terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi cakram dan dilusi padat. Senyawa-senyawa turunan benzoiltiourea yang diuji adalah N-fenil-N’-benzoiltiourea, N-fenil-N’-(3-klorobenzoil)tiourea, N-fenil-N’-(4-klorobenzoil)tiourea, dan N-fenil-N’-(3,4-diklorobenzoil)tiourea. Senyawa-senyawa tersebut terlebih dahulu diuji melalui uji kelarutan, uji kemurnian dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan titik leleh, serta identifikasi struktur dengan spektrofotometer inframerah. Dari hasil uji kelarutan diketahui bahwa senyawa-senyawa tersebut mudah larut dalam DMSO. Hasil uji kemurnian dengan kromatografi lapis tipis dan uji titik leleh menunjukkan bahwa senyawa sudah murni, dan identifikasi dengan spektrofotometer inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi dari masing-masing senyawa. Hasil uji antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menunjukkan tidak adanya daerah hambatan pertumbuhan (DHP) mulai dari konsentrasi 40 μg/20 μl sampai 800 μg/20 μl. Pada metode dilusi padat senyawa-senyawa uji juga tidak menghasilkan kadar hambat minimum (KHM) mulai dari konsentrasi 20 ppm sampai 260 ppm. Dari hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa senyawa-senyawa yang diuji tidak memiliki efek antibakteri terhadap kedua bakteri uji.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Benzoiltiourea, escherichia coli, metode difusi cakram, metode dilusi padat, staphylococcus aureus, uji antibakteri.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Vincentius Widya Iswara
Date Deposited: 09 Feb 2015 06:01
Last Modified: 24 Feb 2015 03:03
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1324

Actions (login required)

View Item View Item