Pengaruh penambahan bekatul terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik flake

Dewi, Magdalena Puspita (2005) Pengaruh penambahan bekatul terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik flake. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (188kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (69kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (189kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB)
[thumbnail of BAB 6]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (78kB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (319kB) | Preview

Abstract

Flake merupakan produk pangan yang berbentuk pipih dengan bagian tepi tidak rata, ringan, mudah disimpan, relatif tahan lama karena kadar airnya yang relatif rendah dan dapat dikatakan cukup praktis dalam penyajiannya. Dikatakan cukup praktis karena produk ini merupakan produk breakfast cereal-ready to eat sehingga untuk penyajian cukup dengan menambahkan cairan kedalamnya, umumnya adalah susu ataupun dapat juga langsung dikonsumsi sebagai makanan ringan. Namun produk flake ini memiliki kelemahan karena umumnya cenderung kurang kaya akan kandungan serat yang dibutuhkan tubuh. Hal ini mendorong dilakukannya substitusi atau penambahan bahan lain untuk meningkatkan gizi flake. Salah satu bahan lain yang dapat ditambahkan pada produk flake adalah bekatul (katul beras). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bekatul terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik dari flake. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial dengan satu faktor yaitu penambahan bekatul yang terdiri atas 6 tingkat (0%, 3%, 6%, 9%, 12%, 15%) dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Analisa yang dilakukan pada flake adalah kadar air, kadar serat kasar, daya patah, daya rehidrasi, warna dan uji kesukaan (warna, rasa, kerenyahan sebelum dan sesudah rehidrasi). Pemilihan perlakuan terbaik didasarkan pada uji pembobotan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa penambahan bekatul akan memberikan perbedaan yang nyata terhadap kadar air, kadar serat kasar, daya patah, daya rehidrasi, warna dan uji organolaptik (warna, rasa, kerenyahan sebelum dan setelah rehidrasi). Penambahan bekatul akan meningkatkan kadar serat kasar, daya patah dan intensitas warna kecoklatan. Penambahan bekatul akan menurunkan nilai kadar air dan daya rehidrasi. Hasil uji pembobotan menunjukkan penambahan bekatul 9% pada pembuatan flake bekatul merupakan perlakuan terbaik dengan hasil kadar air 3,54%, kadar serat kasar 1,33%, daya patah 0,3425 N, daya rehidrasi 80,03%, warna (lovibond) 0,6K/0,50, uji organoleptik wama 7, 14; rasa 6,3; kerenyahan (sebelum rehidrasi) 6,86 dan kerenyahan (setelah rehidrasi) 6,4.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Users 14 not found.
Date Deposited: 30 Mar 2015 06:54
Last Modified: 30 Mar 2015 06:54
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1632

Actions (login required)

View Item View Item