Pembuatan bioetanol menggunakan bahan baku limbah kulit kakao (Theobroma Cacao L.)

Febiana, Claudia Catherine and Akbar, Pradesta Imsya' Nindi (2018) Pembuatan bioetanol menggunakan bahan baku limbah kulit kakao (Theobroma Cacao L.). Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium (FT-Kimia)). Faculty of Engineering, Surabaya. (Unpublished)

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
Cover.pdf

Download (7MB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (294kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (566kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)
[thumbnail of BAB 5]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V KESIMPULAN.pdf

Download (450kB) | Preview
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (604kB)

Abstract

Minyak bumi merupakan sumber energi tak terbarukan yang jumlahnya sangat terbatas. Permintaan akan minyak bumi setiap hari meningkat, maka ketersediaannya di bumi akan semakin menipis. Energi terbarukan adalah sumber pengganti energi saat ini. Energi terbarukan ini lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan energi dari bahan bakar fosil. Energi ini terbuat dari bahan-bahan alam, sehingga dapat diproduksi secara terus menerus dan berkesinambungan. Limbah kulit buah kakao dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol karena jumlahnya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi H2SO4 dalam proses hidrolisis kulit kakao terhadap kadar gula reduksi dan pengaruh waktu yang digunakan untuk proses fermentasi dengan menggunakan yeast Saccharomyces cerevisiae untuk mendapatkan kadar bioethanol tertinggi. Metode pembuatan bioetanol pada penelitian ini menggunakan metode hidrolisis dan fermentasi. Proses hidrolisis akan dilakukan menggunakan asam H2SO4 dengan variasi konsentrasi 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; dan 0,6 N. Sedangkan pada proses fermentasi menggunakan jenis mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae dengan konsentrasi 25% dari massa bahan baku dan varasi waktu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hari. Pada proses hidrolisis didapatkan konsentrasi glukosa tertinggi sebesar 18550,5 ppm pada konsentrasi H2SO4 sebesar 0,4 N. Proses fermentasi dengan menggunakan yeast Saccharomyces cerevisae dengan konsentrasi sebesar 25% dari massa bahan baku dan waktu inkubasi selama 1,2,3,4,5,6,7, dan 8 hari mengahsilkan kadar bioetanol tertinggi pada hari ke 5, yaitu sebesar 1,04%

Item Type: Monograph (Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium (FT-Kimia)))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Engineering" not defined]
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 6930 not found.
Date Deposited: 09 Jul 2019 02:59
Last Modified: 09 Jul 2019 02:59
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18699

Actions (login required)

View Item View Item