Potensi Limbah Pertanian Indonesia Sebagai Agen Antidiabetes: Studi Kasus Rambut Jagung Dan Kulit Jeruk

Irawaty, Wenny and Ayucitra, Aning (2019) Potensi Limbah Pertanian Indonesia Sebagai Agen Antidiabetes: Studi Kasus Rambut Jagung Dan Kulit Jeruk. SAINTEK, 3 (2). pp. 91-99. ISSN 2597-8586

[thumbnail of Artikel]
Preview
Text (Artikel)
13-Potensi_limbah_pertanian_Artikel.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Cek similarity]
Preview
Text (Cek similarity)
13-Potensi_limbah_Hasil Cek Similarity.pdf

Download (207kB) | Preview
[thumbnail of Peer review]
Preview
Text (Peer review)
13-R1&2-Potensi_limbah_pertanian_opt.pdf

Download (603kB) | Preview

Abstract

Selama ini limbah produk pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal diantaranya rambut jagung dan kulit jeruk. Mengingat bahwa setiap bagian tanaman mempunyai kandungan fenolik tertentu sebagai hasil dari metabolisme sekundernya, maka ada kemungkinan bahwa kedua limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber antioksidan alami. Oleh karena itu pada studi ini hendak dipelajari bagaimana kandungan fenolik dalam rambut jagung dan kulit jeruk serta bagaimana kemampuan ekstrak kedua bahan tersebut dalam mengurangi tingkat konversi pati menjadi gula pada uji antidiabetes. Prosedur penelitian meliputi persiapan bahan baku, ekstraksi, uji aktivitas bahan dan loading ekstrak ke dalam pori nanomaterial. Dari hasil studi terlihat bahwa rambut jagung dan kulit jeruk mempunyai kandungan total fenolik total yang berbeda-beda. Secara spesifik untuk rambut jagung, terlihat bahwa varietas jagung memberikan kontribusi yang besar terhadap kandungan total fenoliknya. Rambut jagung dari varietas P11 mempunyai kandungan fenolik terbesar yaitu mencapai 1,58 mg GAE/g. Oleh karena itu bahan ini mempunyai aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH tertinggi, namun mempunyai aktivitas antidiabetes yang relatif rendah. Untuk kulit jeruk, hasil studi menunjukkan bahwa kulit jeruk lemon, nipis dan purut mempunyai kandungan total fenolik yang berbeda-beda namun kulit jeruk purut mengandung fenolik yang tertinggi yaitu 23,36 mg GAE/g, sedangkan kulit lemon dan nipis masing-masing 7,94 dan 9,71 mg GAE/g. Kajian lebih dalam terhadap buah jeruk purut yaitu terhadap kulit, daun dan sari buah jeruk purut menunjukkan bahwa bagian kulit mengandung total fenolik tertinggi dibandingkan dengan bagian buah lainnya. Penggunaan pelarut yang berbeda saat uji antidiabetes ekstrak kulit jeruk purut menunjukkan bahwa aktivitas antidiabetes ekstrak kulit jeruk purut dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan. Loading ekstrak kulit jeruk purut ke dalam pori nanomaterial sebagai salah satu media untuk aplikasi antidiabetes berhasil dilakukan, namun masih diperlukan kajian lainnya untuk dapat memaksimalkan efektivitas terapi diabetes berbasis produk alam ini.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: rambut jagung, jeruk purut, fenolik, antioksidan, antidiabetes
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Wenny Irawaty
Date Deposited: 07 Feb 2020 09:53
Last Modified: 28 Aug 2020 03:44
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/21507

Actions (login required)

View Item View Item