Laporan e-KP kerja praktek produksi methyl tetra hidro furan (MTHF) dari levulinic acid

Winata, Zefanya Gerald and Lunardi, Valentino Bervia (2021) Laporan e-KP kerja praktek produksi methyl tetra hidro furan (MTHF) dari levulinic acid. Project Report (PKL, PKIPP, Magang D3, Praktik Kerja Profesi Apoteker, Profesi Guru, Profesi Ners dan Profesi Insiyur). Faculty of Engineering, Surabaya. (Submitted)

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRACT.pdf

Download (257kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (82kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (526kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (618kB)
[thumbnail of BAB 5]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Meningkatnya jumlah konsumsi bahan bakar fosil yang tidak terbarukan dapat menyebabkan terjadinya krisis energi dimasa yang akan datang. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah menciptakan pengganti bahan bakar fosil yang tidak terbarukan dengan bahan bakar yang terbarukan, 2- Methyl-tetra-hydro-furan (MTHF) adalah salah satunya. MTHF merupakan salah satu bahan baku organik yang dapat diolah menjadi bahan bakar nabati tipe P-series dan aditif untuk bensin. Inovasi dilakukan pada simplifikasi proses dan efisiensi alat – alat proses produksi untuk meminimalkan konsumsi energi pada proses pembentukan 2-MTHF. Produksi 2-MTHF dimulai dari reaksi (hidrogenasi) antara asam levulinic dan gas hidrogen dengan bantuan katalis bifungsional (Bimetallic Sites) Pt−Mo/H-β zeolite pada reaktor fixed bed 1 menghasilkan 4-Hydroxypentaonic. Selanjutnya dilakukan proses dehidrasi sehingga 4-Hydroxypentaonic membentuk -Valerolactone (GVL) yang kemudian dihidrogenasi kembali membentuk 1,4-Pentanediol dan diikuti proses dehidrasi sebagai proses final untuk membentuk 2-MTHF. Proses pemisahan antara -Valerolactone, 1,4-Pentanediol, 2-MTHF dan sisa air akan berlangsung pada dekanter (prinsip perbedaan densitas senyawa) yang kemudian dilanjutkan pemisahan pada tower distilasi I, II, dan III yang berdasar pada prinsip perbedaan titik didih masing – masing bahan kimia. Berdasarkan simulasi yang dilakukan pada ASPEN Plus V10 terdapat beberapa tahap proses produksi MTHF yang tidak dapat diaplikasikan pada industri secara aktual, yaitu proses pemisahan menggunakan alat dekanter, kemudian proses pemisahan antara 1,4-Pentanediol dan -Valerolactone pada tower distilasi III, dan didapatkan maksimum kemurnian MTHF yang dapat diproduksi adalah sebesar 95% berbeda dengan yang diinginkan yaitu MTHF dengan kemurnian 98%.

Item Type: Monograph (Project Report (PKL, PKIPP, Magang D3, Praktik Kerja Profesi Apoteker, Profesi Guru, Profesi Ners dan Profesi Insiyur))
Department: S1 - Teknik Kimia
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Yuliana, Maria
NIDN0706078605
mariayuliana@ukwms.ac.id
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 9209 not found.
Date Deposited: 11 Feb 2021 01:43
Last Modified: 11 Feb 2021 01:43
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/24419

Actions (login required)

View Item View Item