Sikap individu suku Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur yang tinggal di daerah asal dan di Surabaya terhadap bentuk mas kawin (Belis)

Novitalily, Victorian Eva (2005) Sikap individu suku Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur yang tinggal di daerah asal dan di Surabaya terhadap bentuk mas kawin (Belis). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[thumbnail of ABSTRAK]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (287kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (245kB) | Preview
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (583kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (516kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Indonesia sangat kaya dengan ragam kebudayaan masyarakat yang ada didalamnya. Dari masyarakat yang ada tersebut lahirlah suatu komunitas yang disebut dengan suku bangsa. Dari banyak suku yang ada, masing-masing memiliki corak khas yang menjadi suatu identitas, yang membedakan dengan kebudayaan suku yang lain. Suku Manggarai yang ada di Flores Nusa Tenggara Timur merupakan salah satunya. Suku Manggarai memiliki satu corak khas tersendiri dalam hal pemberian mas kawin yang berbeda dari suku yang lain. Pada suku Manggarai, mas kawin biasa disebut dengan belis. Belis diyakini sebagai suatu aturan adat yang wajib untuk dilaksanakan ketika individu dari suku Manggarai tersebut hendak menikah. Belis bagi suku Manggarai dipandang sebagai suatu gengsi tersendiri bagi pihak pemberi dan memberi keuntungan bagi penerimanya. Akan tetapi, dilain pihak banyak individu dari suku Manggarai tersebut merasa sangat terbelenggu dan terbebani dengan aturan belis tersebut. Sehingga banyak individu tersebut keluar dari daerah, dan merantau ke daerah lain, dan tidak dapat dipungkiri individu tersebut akan berakulturasi dengan budaya lain. Perbedaan pandangan dan pola pikir inilah yang kemudian melahirkan perbedaan sikap pada masing-masing individu. Perbedaan sikap tersebut disebabkan karena adanya beberapa faktor, yaitu nilai ekonomis dari belis dan pola pikir yang modern. Bagi individu yang masih tetap tinggal di Manggarai, terbentuk sikap positif terhadap belis yaitu tetap melestarikan belis. Sedangkan sikap yang dimunculkan individu suku Manggarai yang tinggal di Surabaya adalah sikap tidak setuju terhadap belis yaitu dengan cara menikahi wanita diluar suku suku Manggarai

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Budaya, suku Manggarai, belis, perbedaan sikap
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 31 Oct 2016 06:53
Last Modified: 31 Oct 2016 06:53
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2482

Actions (login required)

View Item View Item