Monitoring suhu dan kelembapan pada inkubator penetas telur ayam menggunakan BLYNK berbasis IoT

Purba, Valerius Hariman (2021) Monitoring suhu dan kelembapan pada inkubator penetas telur ayam menggunakan BLYNK berbasis IoT. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK - Hariman & Susan-1.pdf

Download (848kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1 - Hariman & Susan-1.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2 - Hariman & Susan-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (537kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3 - Hariman & Susan-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (956kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4 - Hariman & Susan-1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (820kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5 - Hariman & Susan-1.pdf

Download (341kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN - Hariman & Susan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB)

Abstract

Peternakan telur ayam perlu memonitor suhu dan kelembapan yang rutin untuk mempercepat penetasan telur ayam. Suhu yang dibutuhkan dalam penetasan telur setiap macam unggas tidak sama. Suhu yang dibutuhkan untuk perkembangan embrio pada telur ayam berada pada rentang nilai 101º-105ºF atau 38,33º-40,55ºC (Paimin, 2011). Menurut hasil survei yang sudah dilakukan tentang alat penetas telur diperoleh beberapa hal, antara lain: 1) rentang waktu masa telur untuk dierami kurang lebih 21 hari; 2) Bentuk dan kaedah perancangan ruang inkubator dan pemilihan bibit telur. Supaya selalu memperoleh hasil yang terbaik maka tingkat kestabilan suhu dan kelembapan ruang inkubasi harus selalu terjaga (Angga, 2016). Pemonitoran suhu dan kelembapan inkubator penetas telur ayam yang teratur membuat para peternak harus sering datang ke inkubator untuk memastikan suhu dan kelembapan inkubator tetap stabil. Hal seperti ini sangat menyulitkan para peternak apabila mereka sedang bepergian jauh dan tidak dapat memantau suhu dan kelembapan ke inkubator. Dan dari permasalahan yang telah disebutkan di atas, peneliti akan membuat perancangan alat kontrol otomatis serta monitoring suhu kandang ayamdengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) menggunakanaplikasi blynk yang terintegrasi dengan modul ESP32 dilengkapi sensor suhu DHT22 yang berfungsi sebagai pendeteksi suhu dan kelembapan dalam inkubator. Berdasarkan pengujian yang dilakukan selama 21 hari diperoleh tingkat keberhasilan penetasan telur ayam pada alat yang dibuat oleh peneliti sebesar 64%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Teknik Elektro
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Yuliati, Yuliati
NIDN0714077503
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Pranjoto, Hartono
NIDN0701066201
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Incubator, DHT-22, Blynk, LCD.
Subjects: Engineering
Engineering > Electrical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Electrical Engineering Study Program
Depositing User: Ana Pancaringtias
Date Deposited: 16 Dec 2021 01:33
Last Modified: 16 Dec 2021 01:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/25982

Actions (login required)

View Item View Item