Studi efektivitas dan efek samping terapi kombinasi lopinavir dan ritonavir pada pasien covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya

Ariani, Devi Setya (2021) Studi efektivitas dan efek samping terapi kombinasi lopinavir dan ritonavir pada pasien covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK - Devi Setya.pdf

Download (630kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1 - Devi Setya.pdf

Download (501kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2 - Devi Setya.pdf
Restricted to Registered users only

Download (605kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3 - Devi Setya.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4 - Devi Setya.pdf
Restricted to Registered users only

Download (655kB)
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5 - Devi Setya.pdf

Download (551kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN - Devi Setya.pdf
Restricted to Registered users only

Download (821kB)

Abstract

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh coronavirus jenis terbaru yaitu Severe Acute Respiratory Coronavorus-2 (SARS-CoV-2) merupakan permasalahan kesehatan di seluruh dunia. Salah satu terapi utama yang direkomendasikan adalah antivirus. Lopinavir-Ritonavir merupakan salah satu antivirus yang direkomendasikan diawal pandemi. Akibat dari tingginya efek samping yang ditimbulkan oleh Lopinavir-ritonavir, Solidarity Trial’s International Steering Committee menyatakan penghentian uji klinis antivirus Lopinavir-Ritonavir pada pasien COVID-19. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji efektivitas dan keamanan penggunaan Lopinavir-Ritonavir khususnya di Indonesia disaat beberapa negara lain tidak merekomendasikan. Penelitian dilakukan secara observasional menggunakan data rekam medis retrospektif. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 40 subjek memenuhi kriteria penelitian. Regimen dosis pemberian Lopinavir-Ritonavir (200/50mg) secara umum adalah 2 kali sehari 2 tablet selama 10 – 14 hari. Parameter durasi perbaikan hasil swab pasien menjadi negatif terjadi setelah terapi 10 – 14 hari (45%). Efek samping berupa peningkatan kadar AST maupun ALT ditemukan pada 15 pasien. Kejadian gangguan gastrointestinal yang umum ditemukan berupa mual, muntah, dan diare.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Farmasi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Hartono, Ruddy
NIDN0
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Parwitha, Ida Ayu Andri
NIDN0729079004
idaayu@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: COVID-19, coronavirus, SARS-COV-2, Lopinavir-Ritonavir, efektivitas, efek samping
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Ch. Hetty RA
Date Deposited: 17 Sep 2021 08:27
Last Modified: 17 Sep 2021 08:27
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/26611

Actions (login required)

View Item View Item