Penggunaan pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus Lamk) sebagai bahan pengikat (Binder) dalam tablet paracetamol menggunakan metode granulasi basah

Hayya, Aqilla Fadia (2021) Penggunaan pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus Lamk) sebagai bahan pengikat (Binder) dalam tablet paracetamol menggunakan metode granulasi basah. Diploma thesis, Widya Mandala Surabaya Catholic University.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (535kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (98kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus) sudah diujikan dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet paracetamol. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pati biji nangka (Artocarpus hetrophyllus) sebagai bahan pengikat (binder) dalam tablet paracetamol menggunakan metode granulasi basah. Biji nangka (Artocarpus hetrophyllus) dihaluskan, disaring, dienap-tuangkan dan dikeringkan hingga mendapatkan pati. Pengujian pati biji nangka sebagai bahan pengikat dengan analisis kadar air, uji sudut diam, dan uji waktu alir. Hasil yang diperoleh memperlihatkan rata-rata kadar air pati biji nangka sebesar 6,6%. Kadar air granul dalam formulasi 2% yaitu 5%, formulasi 5% yaitu 2,5%, formulasi 8% yaitu 0%, dan formulasi 10% yaitu 5%. Kadar air granul pembawa dan paracetamol dalam formulasi 2% yaitu 0%, formulasi 5% yaitu 2,5%, formulasi 8% yaitu 2,5% dan formulasi 10% yaitu 2,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pati biji nangka memiliki daya ikat yang baik dan dapat digunakan untuk bahan pengikat pada konsentrasi 2%,5%,8%,10%. Konsentrasi daya ikat yang baik terdapat pada formulasi dengan kadar pati 10%. Hasil dari pencetakan granul pembawa dan paracetamol serbuk tidak menunjukkan sifat fisik yang free flowing sehingga pada saat pencetakan tablet, tablet yang dihasilkan mudah rapuh.

Item Type: Thesis (Diploma)
Department: D3 - Farmasi
Contributors:
Contribution
Contributors
NIDN / NIDK
Email
Thesis advisor
Ganjari, Leo Eladisa
NIDN0725076402
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: pati biji nangka, bahan pengikat, paracetamol, granulasi basah
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Mathematics and Natural Sciences > PSDKU - Pharmacy Diploma Study Program
Depositing User: Agnes Dewi Karuniasari Wibisono
Date Deposited: 14 Oct 2021 06:14
Last Modified: 14 Oct 2021 06:14
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/27044

Actions (login required)

View Item View Item