Anosmia Sebagai Faktor Prediktor Derajat Keparahan Ringan pada Pasien COVID-19 Rawat Inap

Hadi, Wiyono, Ernawati, Titiek, Novita, Bernadette Dian, Wibowo, Tjipto, Supit, Vincentius Diamantino, Setiawan, Albert, Samsudin, Kevin and Erwin, Ferdinand (2021) Anosmia Sebagai Faktor Prediktor Derajat Keparahan Ringan pada Pasien COVID-19 Rawat Inap. Anosmia Sebagai Faktor Prediktor Derajat Keparahan Ringan pada Pasien COVID-19 Rawat Inap, 71 (2). pp. 86-93. ISSN pISSN: 2089-1067, eISSN: 2654-3796, Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta 2

[thumbnail of Anosmia Sebagai Faktor Prediktor  Derajat Keparahan Ringan pada  Pasien COVID-19 Rawat Inap] Text (Anosmia Sebagai Faktor Prediktor Derajat Keparahan Ringan pada Pasien COVID-19 Rawat Inap)
15-Anosmia_sebagai_faktor_prediktor_.pdf

Download (348kB)
[thumbnail of Anosmia Sebagai Faktor Prediktor  Derajat Keparahan Ringan pada  Pasien COVID-19 Rawat Inap] Text (Anosmia Sebagai Faktor Prediktor Derajat Keparahan Ringan pada Pasien COVID-19 Rawat Inap)
14-Anosmia_sebagai_faktor_prediktor_Hasil Cek Similarity.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Anosmia Sebagai Faktor Prediktor  Derajat Keparahan Ringan pada  Pasien COVID-19 Rawat Inap_peer_review_] Text (Anosmia Sebagai Faktor Prediktor Derajat Keparahan Ringan pada Pasien COVID-19 Rawat Inap_peer_review_)
13-R1&2-Anosmia_sebagai_faktor_prediktor_.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pendahuluan: Anosmia merupakan salah satu karakteristik klinis pasien COVID-19. Anosmia dilaporkan sebagai gejala pertama sebelum gejala yang lain. Penelitian sebelumnya menunjukkan anosmia berimplikasi sebagai faktor prognosis protektif pada pasien COVID-19. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik pasien COVID-19 dengan gejala anosmia serta hubungannya dengan derajat keparahan. Metode: Penelitian studi deskriptif, cross-sectional, retrospektif dengan jumlah sampel 149 pasien dikonfirmasi COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada pasien rawat inap mulai tanggal 01 Maret hingga 31 Juli 2020 di rumah sakit Primasatya Husada Citra Surabaya (RS PHC Surabaya). Pasien COVID-19 dibagi menjadi dua grup yaitu dengan dan tanpa gejala anosmia. Karakteristik klinis pasien dideskripsikan pada tabel dan dilakukan penghitungan odd ratio untuk mengetahui faktor risiko terjadinya derajat keparahan berat pada pasien COVID-19. Hasil: Pasien yang mengalami anosmia rata-rata berusia 32 tahun dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak (63,2%), pasien dengan gejala anosmia didapatkan lebih banyak pasien dengan derajat keparahan rendah (89,5%) dengan odd ratio terjadinya derajat keparahan berat 0,479. Pasien dengan gejala anosmia disertai dengan gejala lain seperti batuk, rinorea, nyeri tenggorokan, sesak, nyeri kepala, dan nyeri otot (p < 0,05). Kesimpulan: Pasien COVID-19 dengan gejala anosmia memiliki derajat keparahan yang lebih ringan dibandingkan pasien yang tanpa gejala anosmia.

Item Type: Article
Additional Information: Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta 2
Uncontrolled Keywords: Anosmia, COVID-19, Derajat Keparahan
Subjects: Medicine
Divisions: Journal Publication
Depositing User: F.X. Hadi
Date Deposited: 02 Nov 2021 06:33
Last Modified: 12 Jan 2022 03:06
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/27280

Actions (login required)

View Item View Item